Britta Denise Hardesty
    Britta Denise Hardesty

    Ada 14 Juta Ton Mikroplastik di Dasar Laut, Lebih Buruk dari Perkiraan

    Britta Denise Hardesty - 27 Oktober 2020 07:00 WIB
    Ada 14 Juta Ton Mikroplastik di Dasar Laut, Lebih Buruk dari Perkiraan
    Shutterstock
    TAMPAKNYA tidak ada satu pun tempat yang bebas dari polusi plastik: plastik telah dilaporkan berada di samudra Arktik, di es laut sekitar Antartika, dan bahkan di lautan terdalam di dunia, Palung Mariana.

    Namun, masalah ini sebenarnya seberapa buruk? Penelitian terbaru kami menghasilkan perkiraan global pertama terhadap jumlah mikroplastik di dasar laut - kami memperkirakan terdapat 8-14 juta ton mikroplastik. Jumlah ini 35 kali lipat dari perkiraan berat polusi plastik di permukaan laut.

    Lebih buruk lagi, produksi plastik dan polusi diperkirakan meningkat pada tahun-tahun ke depan, walau ada peningkatan perhatian media, pemerintah, dan sainstis pada polusi plastik yang merusak ekosistem laut, binatang liar, dan kesehatan manusia. Penemuan-penemuan ini adalah satu alarm dari sekian peringatan sebelumnya.

    Saat plastik yang kita gunakan di kehidupan sehari-hari telah mencapai laut yang paling dalam. Hal ini menjadi lebih penting lagi bagi kita untuk menemukan cara dalam membersihkan kerusakan yang kita buat sebelum plastik mencapai laut, atau berhenti menghasilkan begitu banyak plastik sejak awal.

    Pecahan dari plastik yang lebih besar
    Perkiraan kami terhadap mikroplastik di dasar laut menunjukkan angka yang besar, tapi angka tersebut sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari jumlah total plastik yang dibuang ke laut. Terdapat 4-8 juta ton plastik yang diperkirakan dibuang ke laut pada setiap tahun.

    Sebagian besar plastik yang dibuang ke laut kemungkinan besar berakhir di pantai, bukan mengapung di atas permukaan laut atau di dasar laut. Faktanya, tiga dari empat sampah yang ditemukan di garis pantai Australia adalah plastik.

    Pecahan plastik yang lebih besar yang berada lama di laut bisa pecah menjadi lebih kecil karena pelapukan dan energi mekanis, seperti gelombang laut. Seiring berjalannya waktu, plastik ini pecah menjadi mikroplastik, pecahan dengan diameter lebih kecil dari 5 milimeter.

    Ukuran yang kecil ini berpotensi menyebabkan mikroplastik dimakan makhluk hidup di laut, mulai dari plankton, krustasea, hingga ikan.

    Ketika mikroplastik masuk ke rantai makanan laut di tingkat rendah, mikroplastik bisa berpengaruh pada seluruh rantai makanan karena spesies yang besar memakan spesies yang lebih kecil.

    Namun, situasi di dasar laut terkait masalah ini belum banyak diteliti. Walaupun plastik, termasuk mikroplastik, telah ditemukan di sedimen laut dalam di seluruh lautan di dunia, jumlah sampelnya kecil dan jarang ditemukan. Di sinilah hasil penelitian kami berperan.

    Mengumpulkan sampel di Great Australian Bight
    Kami mengumpulkan sampel menggunakan kapal selam robotik di kedalaman laut tertentu, dari 1.655 hingga 3.062 meter di bawah permukaan, di Great Australian Bight, sekitar 360 kilometer dari pantai Australia Selatan. Kapal selam itu mengumpulkan 51 sampel pasir dan sedimen dari dasar laut dan kami menganalisisnya di laboratorium.

    Kami mengeringkan sampel sedimen, dan menemukan antara 0 hingga 13,6 partikel plastik per gram. Jumlah ini adalah 25 kali mikroplastik dari studi laut dalam sebelumnya. Dan jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan studi di wilayah lain, termasuk di Arktik dan Laut India.

    Walaupun studi kami berfokus pada satu wilayah, kami bisa memperbesar skalanya untuk menghitung perkiraan mikroplastik yang berada di dasar laut secara global.

    Menggunakan ukuran perkiraan dari keseluruhan laut - 361.132.000 kilometer persegi - dan jumlah rata-rata dan ukuran partikel pada sampel sedimen kami, kami menentukan total berat mikroplastik di seluruh dunia berjumlah 8,4 hingga 14,4 juta ton. Jumlah ini mempertimbangkan berat mikroplastik yang terdapat pada individu.

    Bagaimana plastik bisa sampai ke sana?
    Penting untuk dicatat bahwa karena lokasi penelitian kami terpencil, jauh dari pusat populasi urban, maka hasil perhitungan kami adalah perkiraan yang konservatif. Walaupun demikian, kami terkejut melihat betapa besarnya muatan mikroplastik di sana.

    Belum banyak studi meyakinkan yang menjelaskan bagaimana mikroplastik bisa berada di suatu wilayah. Pecahan plastik yang lebih besar yang pecah menjadi pecahan yang lebih kecil bisa tenggelam ke dasar laut, dan arus laut dan pergerakan alami sedimen di sepanjang landas kontinen bisa menggerakkan mikroplastik dalam jumlah besar.

    Namun, tidak semua plastik tenggelam. Studi pada 2016 menunjukkan bahwa interaksi dengan organisme laut adalah salah satu cara pergerakan lain yang memungkinkan.

    Ilmuwan di Amerika Serikat telah menemukan bahwa komunitas mikroba, seperti bakteria, bisa menghuni “plastisphere” laut - sebutan untuk ekosistem yang berada di lingkungan plastik.

    Mikroba-mikroba ini membuat plastik menjadi berat sehingga plastik tidak lagi mengapung. Kami juga mengetahui bahwa kerang dan invertebrata lainnya mungkin tinggal di plastik yang mengapung, membuatnya jadi berat dan kemudian tenggelam.

    Jenis sampah juga akan menentukan apakah sampah tersebut akan hanyut ke pantai atau tenggelam ke dasar laut.

    Sebagai contoh, pada studi sebelumnya, kami menemukan puntung rokok, pecahan plastik, tutup botol, dan bungkus makanan yang sering ditemukan di daratan, tapi jarang di dasar laut. Sementara itu, alat penjerat seperti tali kail, tali, dan bungkus plastik lebih sering ditemukan di dasar laut.

    Menariknya, pada studi kami yang terbaru, kami juga menemukan jumlah pecahan plastik di dasar laut yang secara umum lebih tinggi jika di permukaannya terdapat sampah mengapung.
    Hal ini menunjukkan bahwa jika ada area bersampah di suatu permukaan laut mungkin juga berarti ada area bersampah di dasarnya.

    Masih belum jelas sebabnya, tapi hal ini mungkin terjadi karena kondisi geologis dan fisik dasar laut, atau karena arus lokal, angin dan gelombang menciptakan zona akumulasi di permukaan laut dan dasar laut di dekatnya.

    Berhenti menggunakan begitu banyak plastik
    Kita tahu ada begitu banyak plastik yang tenggelam ke dasar laut; ini fakta tambahan yang penting dalam pemahaman kita terkait krisis polusi plastik. Namun, membendung arus polusi plastik dimulai dari individu, komunitas, dan pemerintah. Kita memiliki peran kita masing-masing.

    Menggunakan ulang, tidak menggunakan, dan daur ulang adalah cara awal yang baik untuk memulai. Cari alternatif dan dukung program peduli lingkungan, untuk menyetop sampah plastik memasuki lingkungan kita sejak awal, memastikan plastik tidak tertanam di lautan kita yang begitu berharga.[]

    Britta Denise Hardesty, Principal Research Scientist, Oceans and Atmosphere Flagship, CSIRO; Chris Wilcox, Senior Principal Research Scientist, CSIRO, dan Justine Barrett, Research assistant, CSIRO

     

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.



    (SBR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id