comscore
Saur M Hutabarat
Saur M Hutabarat

Mengkritik Pemerintah

Saur M Hutabarat - 23 November 2021 05:19 WIB
Mengkritik Pemerintah
Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat/MI/Ebet.
Jakarta: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bicara tentang kritik. Katanya, pemerintah sama sekali tidak antikritik. Kritik saja keras-keras.

Indonesia negara demokrasi. Semua orang boleh melontarkan kritik. Saudara boleh bicara apa saja, ucapnya. Akan tetapi, jika pemerintah menjawab kritik dengan data, jangan dibilang antikritik.
Sesungguhnya banyak pengkritik pemerintah, di antaranya ada mantan menteri, mantan sekretaris kementerian, dan mantan dosen. Kritik tak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga khusus kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ada pengkritik yang di matanya semua yang dilakukan pemerintah jelek. Tak ada yang bagus. Kritik umumnya disampaikan melalui media sosial.

Baca: Masyarakat Sipil dan Media Miliki Kapasitas Unik untuk Promosikan Demokrasi

Ini contoh kritik mantan menteri melalui Twitter. ‘Mau dibawa ke mana RI? Surat utang bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah. Makanya mulai ganti strategi jadi ‘pengemis utang bilateral’ dari satu negara ke negara lain, itu pun dapatnya recehan. Itu yg bikin shock’.

Kritik itu ditanggapi di platform yang sama: ‘Cocok deh bapak jadi presiden, pasti kalau bapak jadi presiden RI gak ada utang luar negeri semua rakyat sejahtera. Ayo pak maju jadi presiden. Jangan alasan saya gak mau karena bla bla bla’.

Di Twitter, mantan dosen menulis: ‘Pakaian adat dengan kelakuan biadab. Ya, bernilai sampah’. Cicitan itu dijawab: ‘Saya tidak benci Jokowi, benci itu urusan pribadi, orang yang membenci itu mentalnya rusak! Tapi sekarang tweet Anda kepada presiden Jokowi bukan mengkritik kebijakannya, tapi mengkritik kepribadiannya. Fokus saja sebagai oposisi dalam kebijakannya’.

Tanggapan lain: ‘Memang tweet Anda tidak tertuju langsung ke orangnya, tapi orang yang tidak intelektual pun tau apa dan siapa yang Anda maksud dalam tweet’. Ia lalu mengatakan agar tetap kritis terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Bukan terhadap pribadi Jokowi.

Demikian lah kritik mantan menteri dan mantan dosen itu mendapat tanggapan kritis juga di Twitter. Satu penanggap menantang sang mantan menteri untuk menjadi presiden. Ide bagus, tapi adakah partai yang percaya untuk mengusungnya?
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING

HOT ISSUE

  • Array
MORE
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id