comscore
Abdul Kohar
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group

Gerak Maju Sumpah Pemuda

Abdul Kohar - 30 Oktober 2021 06:14 WIB
Gerak Maju Sumpah Pemuda
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group. Foto: MI/Ebet
KEBANGKITAN, di mana pun merupakan usaha kesengajaan. Pula, gerak maju peradaban, selalu merupakan buah atau cermin dari ikhtiar kesengajaan.

Sumpah Pemuda dibangun secara sadar oleh usaha kesengajaan. Begitu juga dengan proklamasi kemerdekaan kita, mewujud oleh ikhtiar penuh kesadaran dari beragam elemen republik ini untuk hidup bebas dari penjajahan.
Karena itu, mustahil ada gerak maju dan gerak peradaban timbul tanpa kesengajaan, tanpa by design. Bangsa ini jelas tidak akan baik-baik saja bila semua serbatiba-tiba. Tidak bakal ada sekonyong-sekonyong maju. Mimpi negara maju dan sejahtera pasti butuh usaha keras.

Lalu, dari mana mesti dimulai? Para bijak bestari menyebut bahwa keyakinan atau tekad itu yang pertama. Mimpi Indonesia merdeka akan sulit terwujud tanpa keyakinan. Saat para pejuang kemerdekaan memekikkan Indonesia merdeka, tidak banyak yang percaya bahwa mimpi itu bisa terwujud. Apalagi, saat itu Indonesia tengah digencet dua poros raksasa kolonialis dunia: Belanda (sekutu) dan Jepang.

Toh, sumbu keyakinan tetap menyala. Tekad dan optimisme ternyata menjadi bahan bakar ampuh menuju kemerdekaan. Begitu juga dengan Sumpah Pemuda. Banyak muncul keraguan bahwa persatuan bisa ditenun hanya oleh tekad segelintir pemuda di tengah keinginan berbeda-beda dan keragaman bangsa dengan macam-macam kompleksitasnya. Nyatanya, keyakinan sanggup merekatkan persatuan. Spirit persamaan nasib setumpah darah, sebangsa, dan sebahasa menggugurkan keraguan.

Bahkan, ajaran para nabi meneguhkan jika kamu yakin bisa berjalan di atas laut, semesta akan membuatmu mewujudkannya. Bila kalian percaya api bisa ditaklukkan menjadi energi positif, tidak ada yang mustahil untuk melakukannya.

Namun, keyakinan tanpa diikuti visi akan menjadi buta. Ia semacam taklid. Bahkan, ada yang menyebutnya bonek, alias bondho nekat (modal nekat). Para pendiri republik ini tidak sekadar yakin akan kemerdekaan. Mereka punya visi tentang Indonesia pascakemerdekaan bahkan bagaimana Indonesia masa depan.

Para pejuang gigih Sumpah Pemuda jelas tidak sekadar punya modal pekik. Mereka membawa visi seperti apa bangsa ini merawat persatuan ke depan. Mereka merawat sumpah persatuan itu dalam visi besar Bhinneka Tunggal Ika. Sumpah persatuan tidak sekadar diteriakkan lalu dilipat di bawah bantal sebagai teman bermimpi.

Maka itu, saat ada seorang teman tidak terlalu antusias untuk membincangkan Sumpah Pemuda, saya menduga ia sudah kehabisan bahan bakar untuk merawat sumpah persatuan tersebut atau setidaknya sudah tidak yakin bahwa dalam arus besar globalisasi, persatuan atas nama bangsa layak diperjuangkan.

Saya sepenuhnya masih percaya dengan pandangan Ernest Renan, filsuf Prancis. Kata dia, bangsa terjadi karena adanya perasaan dan persatuan yang kuat untuk bersatu dari para penyokongnya yang bersedia melakukan pengorbanan bagi kejayaan mereka. Selama masih ada semangat bersatu dan spirit berkorban, bangsa itu akan tetap memiliki gerak maju.

Seorang jurnalis dan peneliti Amerika, Vance Packard, menegaskan bahwa bangsa merupakan realitas intersubjektivitas dan hadir semata-mata dalam pikiran bayangan masyarakat. Bahkan, jika seseorang akhirnya percaya bahwa bangsa itu tidak ada, bangsa akan tetap tidak terancam sebab bangsa bukan realitas subjektivisme yang hadir dalam pikiran satu orang.

Sumpah Pemuda itu bukan bayangan satu orang. Ia keyakinan dari jong Sumatra, jong Selebes, jong Java, jong Ambon, dan lain-lain. Karena itu, selama ia diyakini dan terus dirawat, ia bukan sekadar terus ada, melainkan berkembang menjadi bahan bakar gerak maju peradaban.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING

HOT ISSUE

  • Array
MORE
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id