Firli Bahuri
    Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Periode 2019-2023

    Makna Hari Antikorupsi Dunia

    Firli Bahuri - 09 Desember 2019 13:40 WIB
    Makna Hari Antikorupsi Dunia
    Ilustrasi tindak pidana korupsi/Medcom.id/M.Rizal
    HARI antikorupsi dunia adalah hari keprihatinan bagi kita semua. Karena dengan peringatan hari antikorupsi dunia, kita dingatkan bahwa ada hal serius yang harus dijadikan perhatian lalu memberantasnya bersama-sama.

    Hari antikorupsi dunia memberi makna peringatan (alarm warning) bahwa kita masih memiliki masalah korupsi. Sebab, tidak semua negara melaksanakan peringatan hari antikorupsi, terutama negara-negara yang memang tidak lagi menempatkan korupsi sebagai masalah serius atau karena emang tidak ada lagi kasus korupsi (zero corruption). 

    Saya berharap, suatu saat, kita tidak lagi melaksanakan peringatan hari antikorupsi sedunia karena negara sudah bersih dari korupsi dan kita sudah terbebas dari rasuah. 

    Untuk itu, mari kita bersama mengambil peran untuk melakukan pemberantasan korupsi sesuai dengan tataran hak, kewajiban, kewenangan. Kita semua harus berperan aktif membebaskan bangsa kita dari masalah korupsi. 

    Banyak hal yang bisa seluruh anak bangsa lakukan dalam rangka pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    KPK merupakan garda terdepan atau tumpuan harapan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK harus melakukan tugas pokoknya sesuai amanat Pasal 6 UU Nomor 19 Tahun 2019, yakni meliputi pencegahan tindak pidana korupsi, monitoring atas pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan publik, koordinasi dengan seluruh instansi yang berwenang melakukan pemberantasan, melakukan supervisi, melakukan penyelidikan penyidikan dan penuntutan, dan melaksanakan keputusan pengadilan dan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 

    Tugas-tugas tersebut tidak akan efektif tanpa bekerja sama dan bersinergi dengan seluruh instansi, elemen bangsa, pimpinan lembaga, baik Pemerintah, swasta, kalangan dunia usaha, juga dengan tokoh-tokoh agama, adat, pemuda, masyarakat, pendidikan, budayawan. Semua harus bersatu melakukan upaya pencegahan untuk tidak ada lagi korupsi.

    Dengan demikian, maka seluruh program pembangunan nasional dapat terlaksana. Hingga pada akhirnya, cita-cita Indonesia yang cerdas, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang adil dan makmur dapat diwujudkan.


    Saya berpesan, semua ini bisa dicapai dengan syarat situasi politik keamanan dalam keadaan aman, nyaman, dan kondusif. Tidak ada gonjang-ganjing dan kegaduhan politik karena Indonesia negara yang besar. Jika diibaratkan penumpang kapal, maka seluruh rakyat tidak boleh gaduh sehingga kita siap dan selamat dalam menghadapi ombak, badai, dan gelombang.

    Situasi yang aman, nyaman, dan kondusif akan memberi jaminan iklim usaha, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat dalam rangka menyongsong 100 tahun Indonesia masuk dalam 5 kekuatan ekonomi dunia (the big five in global economic). 

    Selamat memperingati Hari Antikorupsi Se-Dunia.[]

    *Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id