M Tata Taufik
    M Tata Taufik Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Kuningan, Jawa Barat

    Karantina 7 Hari

    M Tata Taufik - 30 November 2021 10:53 WIB
    Karantina 7 Hari
    Ilustrasi. Foto: MI/Susanto



    BERLAKU sejak 29 November 2021, pemerintah kembali menambah waktu karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Jika sebelumnya tiga hari, diperpanjang lagi menjadi tujuh hari. 

    Pemberlakuan karantina juga berbeda untuk yang sudah lengkap vaksinasi dan yang belum. Untuk yang sudah dua kali vaksinasi diberlakukan karantina tiga hari. Bagi yang belum vaksinasi diberlakukan karantina lima hari. 

     



    Ada dua pilihan karantina. Pertama, di Wisma Atlet, dan kedua di hotel yang sudah mendapat rekomendasi menjadi tempat karantina.

    Pengalaman proses dari kedatangan sampai menuju karantina di hotel bisa memakan waktu cukup lama. Yang dialami penulis, misalkan. Kedatangan pukul 18.00 WIB. Baru bisa masuk hotel tempat karantina sekitar pukul 23.30 WIB. Nyaris enam jam!

    Penyebabnya antara lain proses pemeriksaan melalui banyak pos penjaga. Diawali pelaporan kedatangan dengan pemeriksaan dokumen seperti boarding pass dan hasil tes PCR dari negara asal. 

    Setelah itu, menuju lokasi tes PCR di bandara yang sudah terintegrasi dengan hotel penyedia layanan karantina. Kemudian, melakukan tes PCR lagi dan menunggu hasil tes selama dua jam. Nah, setelah itu baru bisa berangkat menuju hotel yang telah dipilih sebelumnya.

    Durasi yang dibutuhkan untuk semua proses itu sekitar lima jam. Belum termasuk antrean pelaporan sejak awal kedatangan dan proses booking hotel.

    Terkait pemilihan harga paket karantina, kesediaan kamar di hotel yang dituju, kemudian proses menunggu hasil tes PCR, serta menunggu jemputan dari hotel, mungkin tidak terlalu panjang durasinya. Dengan catatan, sudah booking hotel jauh-jauh hari karena terlebih dahulu memiliki bekal pengetahuan tentang alur serta proses karantina.

    Selama proses tersebut harus diperhatikan juga kondisi fisik dan kesiapan makanan dan minuman (entah bagaimana caranya) untuk mengobati rasa dahaga dan lapar. Soalnya, pada jalur kedatangan, tidak tersedia kios-kios makanan atau minuman. Dispenser penyedia air minum juga tidak tersedia, seperti dinonaktifkan. Dapat dibayangkan kelelahan para traveler dengan muka lusuh dan rasa jengah menunggu.

    Kesabaran belum boleh habis. Setelah menunggu jemputan hotel, sebelum masuk ke tempat karantina, penulis harus tertahan sebentar di resepsionis. Kembali harus menunjukkan barcode dan bukti PCR serta mengisi form yang disodorkan. Boleh jadi dengan muka petugas resepsionis yang kurang bersahabat. Ingat bahwa kondisi haus dan dahaga belum terobati selama durasi tersebut. 

    Ketika ditanya tentang konsumsi hotel sesuai dengan harga paket, pihak hotel menjawab, "nanti kita siapkan makan malam jika restoran tidak close. Jika close, kami akan siapkan sandwich sebagai penggantinya." 

    Walau janji tersebut tidak kunjung ditepati hingga pergantian hari, ketika dikontak jawabnya sederhana saja, “akan kami siapkan.” (Kebetulan penulis menemukan hotel bintang 4 dengan pelayanan seperti itu).

    Aturan yang berlaku selama karantina: tidak boleh keluar kamar, tidak boleh memesan makanan dari luar seperti layanan food online, tidak boleh menerima kunjungan dari siapa pun sampai akhir masa karantina, makanan diantar ke kamar, paket termasuk biaya laundry lima pakaian per hari, tersedia layanan kamar 24 jam sebelum checkout, serta tes PCR.

    Celakanya, dengan aturan seperti itu, tamu terancam kelaparan. Ini terjadi ketika petugas hotel lupa--boleh jadi pura-pura lupa untuk memasarkan menu restorannya. Atau mungkin karena tidak profesional dalam menjalankan tugas mengantar makanan. Ini terjadi pada penulis yang hanya mendapat tiga kali menu makan nasi kotak alakadarnya (mirip makanan di rumah sakit), plus satu botol air mineral 500 mililiter.

    Siapkan mental

    Pengalaman seperti ini mungkin terjadi pada tamu-tamu karantina lain atau mungkin juga tidak. Bergantung nasib. Hanya, perlu diinformasikan beberapa hal terkait kebijakan karantina, sehingga orang yang datang dalam kondisi sehat jangan sampai justru malah menurun kesehatannya karena perlakuan penyedia karantina, terutama hotel.

    Pertama, lakukan pemilihan lokasi karantina apakah di Wisma Atlet atau hotel jauh sebelum kedatangan. Jika hotel menjadi pilihan, lakukan pemesanan hotel pilihan. Persiapkan segala sesuatunya termasuk perbekalan pribadi seperti makanan dan minuman.

    Kedua, hilangkan pemikiran bahwa dengan memilih hotel sebagai lokasi karantina, Anda akan mendapatkan layanan sebagaimana layaknya pengunjung hotel nonkarantina. Misalkan, makan dengan prasmanan atau perlakuan profesional dari pihak resepsions. Penggunaan fasilitas hotel seperti kolam renang atau cafe otomatis ditutup selama karantina.

    Ketiga, persiapkan mental untuk menetap di kamar selama tujuh hari. Terbayangkan bagaimana rasanya tinggal di ruangan selama enam malam dengan berbagai kondisi kejiwaan yang sudah berakumulasi; rindu rumah, jetlag, perlakuan sebagai orang sakit--walau pada dasarnya sehat--serta emotional setting lainnya.

    Keempat, bagi pemerintah terutama Gugus Tugas Covid-19, harus mengevaluasi standar layanan yang diberikan hotel kepada tamu karantina. Mungkin juga dengan pengecekan data keterlayanan para tamu dengan baik. Bila perlu menyediakan layanan pengaduan bagi tamu hotel agar dapat memberikan informasi terkait kelayakan dan kepantasan sebagai partner pemerintah dalam menegakkan aturan karantina.

    Akhirnya dapat disampaikan bahwa jika tidak terlalu penting lebih baik diurungkan dulu niat melakukan perjalanan ke luar negeri sampai keadaan menjadi normal kembali. Entah sampai kapan, hanya Bapak-Bapak yang di depan meja yang tahu.[]

    *M Tata Taufik, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Kuningan, Jawa Barat

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id