comscore
Abdul Kohar
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group

Pangan sebagai Panglima

Abdul Kohar - 18 Mei 2022 05:34 WIB
<i>Pangan sebagai Panglima</i>
Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar/Media Indonesia

Krisis pangan dunia pun di pelupuk mata. Sebuah laporan baru oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah memperingatkan tentang dampak perang terhadap situasi pangan di Afrika. Antara 2018 dan 2020, impor gandum dari Rusia menyumbang hampir sepertiga dari total kebutuhan gandum Afrika. Sementara itu, sekitar 12 persen kebutuhan gandum berasal dari Ukraina.

Laporan UNCTAD mengatakan krisis pangan itu mengancam hingga 25 negara Afrika, terutama negara dengan ekonomi kurang berkembang dan sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina. Laporan itu juga memperingatkan, kurangnya kapasitas cadangan pangan di Afrika membatasi kemungkinan untuk mengimbangi pasokan yang hilang. Situasi tersebut diperparah oleh melonjaknya harga pupuk yang akan menjadi beban tambahan bagi petani.
Krisis gandum membuat sejumlah negara mulai melirik beras. Akibatnya, kebutuhan beras sebagai substitusi pun naik. Ujung-ujungnya, harga beras pun mulai naik. Harga beras dunia melonjak 4,2 persen menjadi USD16,89 per 100 pounds, level tertinggi sejak Mei 2020. Harga beras juga melaju naik ke level 11 persen secara mingguan, level tertinggi sejak 2018.

Di sejumlah daerah di Indonesia, harga beras kualitas super dan kualitas bawah juga mulai naik. Di Bali, harga beras super naik 3,5 persen dalam beberapa pekan terakhir. Di Jawa Tengah, harga beras kualitas bawah juga mulai naik 0,44 persen. Meski baru naik tipis, patut kiranya soal beras ini segera diantisipasi, juga soal masih stabil tingginya harga sejumlah komoditas pangan lainnya di dalam negeri.

Jika kenaikan harga pangan akibat krisis pangan dunia ini bertemu dengan para pemain harga di dalam negeri, bakal datang krisis pangan kuadrat. Penderitaannya bakal bertumpuk-tumpuk. Apalagi jika para mafia itu kian paham bahwa pangan merupakan 'panglima baru' yang amat strategis. Di tangan mereka yang culas, krisis ialah kesempatan, tapi dalam pengertian negatif.

Maka, mengingat kembali pernyataan Jokowi bahwa pangan bakal menjadi panglima atau pengendali, penting kiranya agar Satgas Pangan bergerak gesit dan taktis. Bukti bahwa mesin-mesin negara bekerja ialah bila harga-harga pangan itu tidak bergerak liar dan terkendali.

Kalau mesin-mesin itu macet, kehabisan bahan bakar, atau masuk angin, ya, jangan heran kalau harga-harga pangan itu terus terkerek. Melambung hingga lupa turun, membubung hingga tidak tersentuh, apalagi terjangkau oleh tangan-tangan ringkih sebagian rakyat sendiri.

(ADN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING

HOT ISSUE

  • Array
MORE
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id