Sampai Tetes Vaksin Penghabisan

    Media Indonesia - 04 Mei 2021 10:24 WIB
    Sampai Tetes Vaksin Penghabisan
    Ilustrasi. MI/Seno



    TIGA jenis mutasi virus korona telah masuk ke Indonesia. Selain mutasi virus dari Inggris yang sudah lebih dulu hadir, kasus varian baru dari India dan Afrika sudah ditemukan di Tanah Air. Kementerian Kesehatan mencatat total kasus covid-19 yang disebabkan ketiga varian baru virus korona sebanyak 16 kasus.

    Hal itu tentu saja menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari pemerintah dan segenap masyarakat. Pemerintah telah menginstruksikan otoritas bandara memperketat kedatangan luar negeri. Sebelumnya, penerbangan dari India ditutup sementara.






    Meski begitu, bukan mustahil ada kasus varian baru virus korona yang tidak terdeteksi dan tengah berkeliaran di masyarakat. Virus itu tinggal menunggu sarana penularan yang tepat untuk menyebar dengan cepat. Kerumunan, makan bersama dengan para kolega, pesta, perayaan, hingga pembiaran pelanggaran pemakaian masker sangat rawan menjadi sarana penularan.

    Sejauh ini belum ada bukti konklusif bahwa ketiga varian baru virus korona menimbulkan tingkat keparahan infeksi covid-19 yang lebih tinggi ketimbang virus asalnya. Namun, penularannya yang cepat membuat ketiganya menjadi lebih berbahaya.

    Itu sebabnya Presiden berkali-kali menekankan agar kita jangan sampai lengah. India merupakan contoh yang sangat jelas betapa kelengahan yang masif harus dibayar mahal dengan 3.000 lebih kematian setiap hari. Tiga ribu!

    Saat ini pun, penularan covid-19 di negeri ini sudah ajek menelan lebih dari 100 jiwa setiap hari. Angka kematian tersebut sesungguhnya sudah begitu memprihatinkan. Upaya kita mestinya lebih jauh lagi, yakni menekan angka kematian dengan mengurangi secara drastis tingkat penularan covid-19.

    Upaya itu memerlukan kesigapan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam melakukan antisipasi. Lagi-lagi perlu kita ingatkan ketegasan dalam menegakkan protokol kesehatan berperan sentral untuk keberhasilan antisipasi.

    Ketegasan itu harus sampai pada level RT/RW sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang kembali diperpanjang hingga 17 Mei. Kesadaran masyarakat juga harus terus-menerus dibangun sampai tiap anggota masyarakat terbiasa dan memiliki saringan preventif dalam diri.

    Orang yang punya saringan preventif akan otomatis menahan diri masuk ke pasar atau tempat-tempat umum lainnya yang sudah mulai penuh. Angkutan umum yang telah mencapai setengah kapasitas tidak akan ia naiki. Kemudian, alih-alih mengusir jemaah karena memakai masker, justru meminta semua jemaah tidak melepas masker selama di dalam rumah ibadah.

    Berikutnya, ada secercah harapan bahwa vaksinasi telah menunjukkan indikasi keberhasilan menurunkan keparahan kasus covid-19. Hal itu tampak di negara-negara yang telah melewati sedikitnya seperempat target vaksinasi, seperti Inggris dan Hong Kong. Kekebalan kelompok mulai terbentuk.

    Perkembangan baik tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di luar kelompok prioritas. Alangkah baiknya pula jika masyarakat antusias menyambut sehingga mempermudah kerja tenaga kesehatan yang memberi suntikan vaksin.

    Namun, hingga kekebalan kelompok benar-benar terbentuk, penegakan protokol kesehatan sama sekali tidak boleh mengendur. Kita lawan covid-19 sampai tetes vaksin penghabisan.[]

    *Editorial Media Indonesia, 4 Mei 2021


    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id