Wawancara Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (4-Selesai)

    Diam-diam Menteri Edhy Sudah Tangkap 52 Kapal Asing

    Misbahol Munir - 04 Juli 2020 17:00 WIB
    Diam-diam Menteri Edhy Sudah Tangkap 52 Kapal Asing
    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Kontras. Demikian sebagian penilaian publik terhadap kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) periode kedua Kabinet Jokowi-Ma’ruf saat ini. Bila dibandingkan dengan pemangku kursi sebelumnya bisa dibilang berubah 180 derajat.
     
    Era Susi Pudjiastuti, kementerian ini bisa disebut sebagai sumber berita bagi sejumlah media. Dengan gayanya yang meledak, Susi pun menjadi trendsetter. Berbanding terbalik dengan Edhy Prabowo yang nampak kalem dan tak banyak bicara di media.
     
    Diperbandingkan seperti itu, Edhy pun menjawab keraguan publik terkait kinerjanya. “Saya suka kerja, bukan cari popularitas,” ujar Edhy kepada Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, dalam wawancara khusus program Newsmaker baru-baru ini.
     
    Kader Partai Gerindra itu pun menjabarkan berbagai kebijakan yang menuai polemik. Mulai kebijakan ekspor lobster hingga penggunaan kembali cantrang oleh nelayan. Termasuk, apakah benar di era Edhy tidak adanya penenggelaman kapal nelayan asing?
     
    Berikut wawancara lengkap Medcom.id Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Ini merupakan bagian keempat atau terakhir dari empat tulisan.
     
    Beberapa kalangan membanding-bandingkan Anda dengan Prabowo Subianto karena sama-sama Gerindra. Yang satu menteri paling populer, sementara Anda belum terlalu populer. Apalagi menteri sebelum Pak Edhy meledak meletup. Apakah Pak Edhy terbebani dengan hal ini?
     
    Enggak. Namanya mengabdi. Penilaian orang macam-macam, dinilai baik dan enggak baik dan saya sudah siap untuk itu semua. Yang jelas saya mengucapkan terima kasih bagi yang menilai saya tidak baik, karena itu pemicu dan saya enggak mau berargumentasi terhadap ini. Karena enggak bisa dipaksakan wong dia menilainya dari sudutnya dia.
     
    Masak saya harus paksakan dia? Atau saya adu dengan orang lagi, ngapain? Biarlah, mereka nilai enggak baik. Saya masih yakin ada nilai baiknya juga. Tapi, satu nilai tidak baik tidak akan menyurutkan perjuangan dan pengabdian saya. Saya akan terus maju dan sangat percaya yang menilai kinerja saya adalah Presiden sebagai atasan saya.
     
    Jadi, ini pegangan saya dan akan tetap maju karena semangat ini yang kami lakukan di KKP sebagai organisasi. Yang harus diselamatkan bagaimana organisasi ini punya nilai dan punya nama, seperti semangatnya pada saat memisahkan diri dari Kementerian Pertanian, 22 tahun lalu.
     
    Jadi harus ada terobosan-terobosan. Penangkapan-penangkapan kapal laut. Saya enggak banyak ngomong dan gembar-gembor, per hari ini sudah ada 52 kapal ditangkap, ukuran (kapalnya) besar-besar. Nilainya satu kapal bervariasi. Kalau dihitung saya berani yakin di atas Rp200 miliar, total semuanya. Kalau dihitung satu kapal harganya Rp5 miliar x 50, berapa? Rp250 miliar. Belum lagi kapal yang lebih besar. Ada nilai ekonomisnya, kita serahkan ke pengadilan.
     
    Baca juga: KKP Lumpuhkan Dua Kapal Ikan Asing Ilegal di Laut Naturan Utara

    Bisa saja kalau niatnya mau dikembalikan saya dapat uang, tapi untuk apa? Saya enggak mau, negara harus punya wibawa. Sebanyak 52 kapal itu sudah diproses, on the way, ada semua barangnya.
     
    Ingat ya, saya masuk anak-anak menjaga laut itu. Mereka enggak takut mati. Saya ada videonya, tapi saya minta ke mereka agar tidak disebar. Dulu ada, kebetulan videonya kesebar. Saya minta ke depan jangan disebarkan. Kalian jangan merasa berkecil hati karena enggak banyak yang tahu tugas kalian. Kenapa? Yang paling penting membuktikan komitmen kita ke negeri ini.
     
    Enggak harus dinilai hebat oleh siapa saja, tapi semangat kita tetap harus hebat. Karena itu sumpah setia kita hanya disaksikan Allah SWT. Mereka turun ke laut pada saat mau nangkap, kapal yang ditangkap dikunci, diikat, mesinnya digas kenceng-kenceng, diarahin ke laut luas. Siapa yang bisa menghentikan, enggak ada.
     
    Akhirnya tetap dikejar dan ditempel. Kepikir enggak lalu loncat dari kapal ke kapal di tengah laut dalam kecepatannya tinggi. Satu orang masuk dan alhamdulillah bisa mati mesin itu, kapal bisa ditahan. Sikap heroik ini tidak banyak diketahui. Tapi, saya hanya meyakinkan mereka bahwa hari ini tidak tahu, percayalah. Perjuangan kalian tidak akan pernah sia-sia.
     
    Kehormatan itu sudah dilakukan oleh nenek moyang kita pada saat merebut kemerdekaan. Jangan pernah berkecil hati. Saya bersama kalian. Akhirnya mereka jalan. Ada videonya dan saya minta jangan dipublikasikan lagi. Saya bilang ke teman-teman, biarlah jadi penyemangat dan suatu saat ini jadi bahan cerita untuk anak-anak kita. Bahwa papamu pernah menjaga lautmu, pernah menjaga bumimu yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita oleh pejuang republik ini dengan darah, keringat, dan air mata.
     
    Jadi, nggak usah berpikir untuk dapat nama. Biarlah sejarah itu dicatat. Jadikan semangat kerja saja. Lalu mereka saya ajak makan, jadi mereka kembali bersemangat lagi.  Ini yang saya bangun dan saya sangat percaya dan yakin. Yang baik akan kelihatan baik. Saya sangat percaya itu.
     
    Saya enggak perlu nama dan popularitas. Yang saya percaya bahwa kewajiban dan amanah yang diberikan ke saya harus dijalankan dan saya buktikan bahwa yang memberi kepercayaan ini tidak salah. Yang mengajari saya dari kecil sampai sekarang tidak kecewa, guru-guru saya yang sekolah sampai sekarang yang mengajari tidak malu.
     
    Si Edhy Prabowo itu yang dulu saya ajarkan, ini hasilnya. Oh Si Edhy Prabowo yang dulu tukang semir sepatu yang saya ajarkan jadi menteri.
     
    Dan bagi saya ini komitmen besar. Saya merasa belum berbuat banyak tapi saya mohon doa dan waktu dari semua penonton dan seluruh masyarakat Indonesia, kasih kesempatan saya untuk membuktikan yang lebih besar. Terima kasih Pak Presiden Jokowi sudah mempercayakan saya, terima kasih Pak Prabowo Subianto sudah menunjuk saya mewakili Gerindra jadi Menteri Pak Jokowi.
     
    Apa pesan-pesan Pak Prabowo dari awal yang paling utama?
     
    Kerja. Kerja jangan pernah gentar terhadap suatu kebenaran.
     
    (MBM)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id