H. Firli Bahuri
    H. Firli Bahuri

    Esensi Hari Raya Kurban bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

    H. Firli Bahuri - 01 Agustus 2020 09:30 WIB
    Esensi Hari Raya Kurban bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
    ANTARA/Syaiful Arief: Ibadah kurban seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk menyembelih tabiat tamak, sifat binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia.
    Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar
    Walilla Ilham



    KEMARIN segenap Umat Muslim didunia, kembali merayakan Hari Raya Idul Adha, hari raya kurban yang banyak memberikan syafaat dan teladan kepada seluruh umat manusia di dunia.
     
    Meski tidak dapat dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 yang masih mewabah di seluruh dunia, saya yakin esensi dari tiga peristiwa penting yang terjadi dalam setiap bulan Dzulhijjah masih tetap sama. Ketiganya adalah pelaksanaan ibadah haji, hari raya idul adha, dan penyembelihan hewan kurban, tetap menjadi pedoman bagi umat manusia di dunia, khususnya Umat Muslim.
     
    Saya teringat kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang menjadi akar sejarah diperintahkannya ibadah haji dan kurban oleh Allah SWT. Satu diantara kisah 25 Nabi yang diceritakan ayah dan ibu sewaktu saya kecil, sebagai dongeng pengantar tidur dan cerita tersebut masih kuat melekat dalam ingatan saya. Satu hal tentang makna pelajaran yang saya tidak pernah lupa bahwa hari raya kurban adalah hari penuh keikhlasan untuk menyerahkan yang kita miliki termasuk juga ikhlas memerangi hawa nafsu untuk memiliki materi yang berlebih.
     
    Dari kisah ini, banyak sekali teladan mengenai pengorbanan, kepatuhan, keikhlasan serta keberanian yang dibalut tekad yang kuat seorang hamba dalam menjalankan kewajiban, menunaikan ibadah dan perintah serta menjauhi seluruh larangan-Nya. Hal itu sebagai wujud kecintaan abadi kepada Allah SWT, melebihi kecintaan lainnya di dunia fana ini.
     
    Umat manusia jangan sampai terbelenggu apalagi larut dan tenggelam ke dalam surga fatamorgana duniawi yang bergelimang dosa, sehingga lupa kepada hakikat serta tujuan hidup dan kehidupan yang sejati, yakni memperoleh keridhaan Illahi.

     
    Idul Adha bisa dikaitkan dengan permasalahan besar bangsa, yaitu bahaya laten korupsi serta perilaku koruptif yang berurat akar di negeri ini. 


    Ibadah kurban seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk menyembelih tabiat tamak, sifat binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia.

    Tabiat tamak manusia

    Sama seperti binatang, tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan mengontrol dan mengendalikan keinginan, hasrat serta hawa nafsu Tabiat seperti itu membuat manusia kehilangan moral, menjadi rakus karena tidak pernah puas dengan apa yang ada serta selalu kurang atas apa yang telah dimiliki.
     
    Idul Adha bisa dikaitkan dengan permasalahan besar bangsa, yaitu bahaya laten korupsi serta perilaku koruptif yang berurat akar di negeri ini. Maka, dengan mengamalkan esensi dari teladan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail serta semangat Idul Adha (kurban), hal ini relevan dengan tiga strategi pemberantasan korupsi KPK.
     
    Pertama, pendekatan pendidikan masyarakat untuk membentuk mindset dan culture set baru anti korupsi; kedua, pendekatan pencegahan yang tujuan utamanya menghilangkan kesempatan dan peluang untuk korupsi, dan ketiga, pendekatan penindakan. Ketiganya adalah core business KPK dalam pemberantasan korupsi yang dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan sustainable.
     
    Dengan adanya dukungan segenap komponen bangsa, insya Allah semua itu menjadi solusi terbaik agar Indonesia cepat terlepas dari bahaya laten korupsi yang menggurita di negeri ini. Selain itu, Indonesia yang bersih dari korupsi bukan hanya menjadi mimpi tapi bisa terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Korupsi kejahatan kemanusiaan
     
    Korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan keuangan dan perekonomian negara tapi juga merupakan kejahatan kemanusiaan dunia karena telah masuk sampai fase berjejaring. Hal itu memberi dampak yang sangat destruktif pada setiap tatanan kehidupan umat manusia. Apalagi, kejahatan ini dapat dilakukan secara sistematik dan terstruktur dengan dampak sistemik.
     

    Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita jadikan perayaan Idul Adha tahun ini sebagai momentum kebangkitan melawan hasrat dan nafsu jahat korupsi, yang kita mulai dari diri sendiri.

     
    Korupsi juga terbukti dapat menciptakan fantasi, mendorong kreativitas calon-calon koruptor untuk beradaptasi, berinovasi, dan memodifikasi modus-modus baru kejahatan korupsi, agar tidak terungkap apalagi tertangkap saat mereka beraksi.
     
    Setiap individu yang minim integritas, niscaya tidak memiliki nilai-nilai kejujuran di pelupuk mata, disertai telinga tuli dengan suara kebenaran serta terhalang pekatnya selimut hitam bahaya laten korupsi yang menyuguhkan kehangatan dan kenikmatan semu surga fatamorgana. Namun, di mata individu calon koruptor yang minim integritas, semua itu terlihat indah dan memukau mata hatinya.
     
    Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita jadikan perayaan Idul Adha tahun ini sebagai momentum kebangkitan melawan hasrat dan nafsu jahat korupsi, yang kita mulai dari diri sendiri.
     
    Karena itu, Hari Raya Kurban tahun ini hendaknya tidak dimaknai sekadar penyembelihan hewan kurban kambing ataupun sapi. Lebih dari itu, esensi dari perayaan Idul Adha haruslah berupa keikhlasan, pengorbanan dan konsistensi untuk tidak korupsi. Itulah esensi dari makna kurban yang seharusnya terpatri dalam setiap hati sanubari seluruh anak bangsa di negeri ini.
     
    Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, mari kita rayakan dengan “Semangat Anti Korupsi”. []

    *Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id.


    (SBR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id