comscore
Gaudensius Suhardi
Gaudensius Suhardi Anggota Dewan Redaksi Media Group

Galeri Seni Pabrik Pupuk

Gaudensius Suhardi - 13 Juni 2022 05:41 WIB
Galeri Seni Pabrik Pupuk
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group/MI/Ebet
LUKISAN itu diberi nama Perempuan Berkebaya. Dibuat di atas kanvas ukuran 63 cm x 153 cm dengan goresan cat minyak. Lukisan yang mengusung gaya mooi indie itu menggambarkan sosok perempuan anggun dalam balutan kebaya.

Pesonanya bagai magnet. Perempuan berambut hitam bersanggul tradisional itu memiliki sorotan mata yang tajam. Lukisan karya maestro Basoeki Abdullah dipajang di dinding sebelah kanan begitu memasuki Galeri Seni Pupuk Kaltim. Galeri itu ada dalam kompleks PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang. Beragam lukisan dipajang di sana.
Ketika saya menginjakkan kaki di Galeri Seni PKT pada Senin (6/6) muncul pertanyaan menggelitik dalam hati. Siapkan seni memasuki dunia industri yang cenderung mengacaukan akal sehat?

Seni yang disebut sebagai kreativitas tanpa batas itu berhadapan dengan industri yang berhasrat pragmatisme.

Akan tetapi, keduanya bisa bertemu dalam relung hati kreativitas. Kreativitas ialah jantungnya seni. Untuk menghasilkan karya seni, seniman membutuhkan daya kreativitas, kecerdasan emosional, kepekaan estetis, kecerdaan otak dan intelektual.

Begitu juga industri, tidak bisa berkembang tanpa kreativitas. Pada titik itulah bisa dipahami kejelian PKT membangun galeri seni dan berkolaborasi dengan seniman.

Dirut PT Pupuk Kalimantan Timur Rahmad Pribadi mengatakan lukisan tidak hanya tentang seni, tetapi juga tentang makna dan keindahan yang mampu merefleksikan emosi.

“Galeri Seni Pupuk Kaltim menjadi tools untuk menggelorakan imajinasi kreatif,” kata Rahmat ketika meresmikan galeri itu bersama Komisaris Independen Sukardi Rinakit pada 6 April 2021.

Argumentasi galeri seni di PKT ditulis dalam sebuah pigura yang diteken Rahmat bersama Sukardi.

“Galeri seni ini ialah rumah kita untuk kontemplasi, mencari inspirasi pemikiran kreatif, inovatif, dan semangat anti-mager, demi kemajuan Pupuk Kaltim, masyarakat di sekitar perusahaan dan Indonesia. Seni, budaya, kerja keras, dan optimisme ialah DNA kita.”

Langsung atau tidak langsung, PKT merealisasikan gagasan Bung Karno. Menurut Bung Karno, setiap gagasan seniman, apa pun bentuknya, menyimpan nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itulah, Bung Karno mengajak para pemilik modal membuat studio-studio seni rupa. Nilai-nilai kemanusiaan mestinya dimiliki industri agar tidak menganggap buruh sebatas robot penghasil produk.

Inspirasi dari pemikiran kreatif seni dan penghormatan atas kemanusiaan itu pula yang mengantarkan PKT sebagai industri terkemuka saat ini. Berdiri di kawasan industri seluas 624 hektare, 13 pabrik PKT mampu memproduksi pupuk urea sebesar 3,43 juta ton/tahun, amoniak sebesar 2,74 juta ton/tahun, dan NPK sebesar 300 ribu ton/tahun.

Pada kuartal I 2020, PKT berhasil membukukan laba bersih Rp3,19 triliun, meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 (yoy). Kreativitas PKT tidak bisa dipasung oleh covid-19 sekalipun. Tidaklah mengherankan, pada 2021 PKT menoreh laba setelah pajak sebesar Rp6,17 triliun, tertinggi dalam 44 tahun sejarah berdirinya perusahaan.

Kinerja positif PKT itu ditopang tiga pilar. Pertama, keunggulan operasional dan rantai pasok melalui efisiensi energi dan optimalisasi infrastruktur. Kedua, keunggulan diversifikasi dengan mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi petrokimia serta energi terbarukan. Ketiga, keunggulan jangkauan pasar dengan peningkatan kapasitas domestik dan ekspansi di pasar global.

Di balik kedekatan PKT dengan seni ada nama seniman besar Butet Kartaredjasa. Forum Indonesia Kita yang didirikan Butet menggelar panggung seni dengan lakon Tabib Suci di Bontang pada Maret 2022.

Disutradarai Agus Noor, lakon itu menceritakan para tabib di perkampungan yang saling bersaing. Lakon itu tentu saja mewakili situasi Indonesia terkini, politik membelah persatuan. Hanya budaya yang mampu merekatkan semangat persatuan dan PKT telah berinvestasi untuk persatuan bangsa.

Tidak berhenti di situ. Butet pun memboyong pelukis dan sastrawan dari Yogyakarta ke Bontang pada 5-9 Juni. Selama berada di Bontang, mereka menggali kekayaan alam dan budaya kemudian dituangkan dalam sketsa dan puisi.

Seni itu pula yang mengungkit nurani PKT untuk berpihak kepada masyarakat setempat. PKT membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah kerja melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga penciptaan manfaat bersama yang memberikan nilai tambah bagi warga dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Saya berkesempatan mengunjungi Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda yang dibina PKT untuk kaum disabilitas di Kampung Aren. Pembinaan difokuskan pada pelatihan, pemagangan, penempatan kerja, dan pendampingan wirausaha. PKT sudah menjadi pemain utama dalam industri berbasis agrokimia kelas dunia.

Setelah bersentuhan dengan seni, kiranya perlu dipertimbangkan agar PKT mendirikan museum pupuk. Museum itu kelak menjadi sumber inspirasi karena menyimpan jejak peradaban pupuk di negeri ini.

Benarlah kata John Ruskin bahwa hidup tanpa industri ialah rasa bersalah, industri tanpa seni ialah kebrutalan.

PKT tidak hanya terdepan dalam sentuhan seni dan teknologi, tetapi juga kemanusiaan. Elok nian bila semua industri di negeri ini bersentuhan dengan seni sehingga tumbuh bersemi penghormatan terhadap manusia dan kemanusiaan.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING

HOT ISSUE

  • Array
MORE
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id