comscore

Media Group News Summit: Candradimuka Melawan Pandemi Covid-19

Wandi Yusuf - 24 Januari 2021 08:35 WIB
Media Group News Summit: Candradimuka Melawan Pandemi Covid-19
Tangkapan Layar Program Newsmaker edisi CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib
 
Untuk tema tourism, apa yang ingin dibahas dan menjadi sorotan?
 
Sektor pariwisata di kondisi pandemi adalah sektor paling terpukul. Sudah menjadi berita sehari-hari hotel tutup, karyawan kena dampak, dan seterusnya.
 
Diperlukan kebijakan yang konkret dan jangka panjang. Ini tak bisa dibangun dalam satu malam karena ini seperti repetition, berulang.
 
Pertama, umpamanya kalau di Bali ada Bom Bali, (bisa) recover pelan-pelan. Ada gunung meletus, recover pelan-pelan. Masyarakat Bali sudah punya endurance yang luar biasa dalam menghadapi setiap guncangan. Tapi, tak cuma itu. Dibutuhkan affirmative grand strategy bagaimana mengembangkan pariwisata Indonesia. Dengan 10 destinasi prioritas itu, bisa menjadi pull factor menarik wisatawan.
 
Lex spesialis dari tempat-tempat pariwisata itu, mereka pasti punya spesialis tertentu. Kalau kita sebut Bali, pasti menyebut satu provinsi itu penuh dengan wisata. Kalau kita sebut Danau Toba, itu cuma danau. Ini kan menjadi seperti bukan komparasi. Kita sebut Labuan Bajo, itu bukan Nusa Tenggara Timur. Grand strategy untuk memacu wisatawan itu yang dibutuhkan.
 
Kedua, afirmasi terhadap industri pariwisata saat ini. Kemarin ada libur Natal dan Tahun Baru 2021. Ada Lebaran juga. (Pariwisata) sempat naik, lalu drop lagi. Nah, mempertemukan antara kebutuhan wisata dan ekonomi, di sini peran yang harus masuk.
 
Bahwa satu tahun semesti sudah keluar kebijakan yang matang. Bagaimana sih berwisata secara save. SOP (prosedur operasi standar) itu turun dari kebijakan pariwisata sampai ke pelaku usaha, sampai traveler sendiri. Bahwa diwajibkan memakai ini dan ini.
 
Semua harus ready di semua sektor dalam implementasi SOP-nya. Kalau ini semua bisa terlaksana, kita sudah dapat strategi untuk saat ini.
 
Sekarang strategi besarnya pemerintah sudah punya, tapi yang penting lagi adalah menyosialisasikannya ke depan. Karena itu, tak bisa dibangun satu dua malam, perlu dibangun strategi panjang ke depan.
 
Sama dengan Indonesian food. Kalau ke luar negeri kan Indonesia food itu banyak sekali. Yang kita tahu kan nasi padang dan lain-lain. Sementara, Cina cuma satu, chinese food. Kalau Indonesia saking kayanya belum punya spesifikasi. Perlu dibangun desain besar pariwisata kita lima hingga sepuluh tahun ke depan tuh seperti apa.
 
Belum soal pintu masuk. Kalau ngomong destinasi asing, pintu masuknya di mana? Indonesia itu sedemikian luasnya. Jadi, indonesia itu seperti warung padang. Makanannya semua ada di atas meja, bingung mau mana yang dipilih. Bagaimana cara campaign-nya. Karena salah masuk biayanya besar. Bagaimana masuk ke Toba, mereka masuk lewat Jawa Timur, terlalu jauh. Hal-hal sederhana macam itu tak bisa dibangun dalam satu malam.
 
Ini yang perlu bagimana kesiapan di daerah 10 destinasi pariwisata. Bagaimana warga di sana sadar wisata. Paling penting saat ini adalah balik ke wisatawan domestik.
 
 
Maksudnya bagaimana?
 
Sebenarnya siapa pun wisatawannya, selama memberikan kontribusi, mestinya dijadikan tools untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena dengan 14 juta wisatawan (data 2019), dengan Singapura beda sedikit. Apalagi dengan Malaysia dan Thailand. Kita butuh desain besar yang melibatkan pasar domestik. Apalagi hobi mereka itu sekarang traveler. Itu yang mungkin perlu digarap serius kebijakannya.


 
Halaman Selanjutnya
    Kenapa topik energi…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING

HOT ISSUE

  • Array
MORE
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id