Pospay - 2 Tahun Jokowi - Maruf

    Newsmaker by Medcom.id

    Strategi Baru Erick Thohir di BUMN, Merger Perusahaan Hingga Bentuk Holding UMKM

    Medcom - 10 Oktober 2021 21:09 WIB
    Strategi Baru Erick Thohir di BUMN, Merger Perusahaan Hingga Bentuk Holding UMKM
    Menteri BUMN Erick Thohir dalam program Newsmaker. Medcom.id



    Jakart: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin perusahaan pelat merah Indonesia bisa menembus pasar dunia pada 2023. Dia ingin BUMN menjadi pemain global yang bisa melayani kepentingan nasional dan meningkatkan daya saing.

    Berbagai strategi pun dalam proses menuju proyek strategis dan akan dikerjakan mulai tahun ini hingga 2 tahun mendatang. Beragam strategi dipersiapkan Erick Thohir sebagai komando utama seluruh BUMN di Indonesia.

     



    Pandemi covid-19 membuat beragam strategi harus dimodifikasi. Sebab, bisnis sejumlah BUMN terdampak.

    CEO Medcom.id Metro TV Kania Sutisnawinata berkesempatan mewawancari Menteri BUMN Erick Thohir dalam program Newsmaker. Berikut perbincangan lengkap yang bertajuk Strategi Baru Erick Thohir di BUMN tersebut:

    Pak Erick, apa kabar?
    Baik 

    Senang sekali bisa berbincang bincang-langsung.
    Sama sama, pastinya.

    Apa kabarnya, Pak? Tapi sehat ya? Sibuk sekali kelihatannya?
    Sehat sehat. Banget.

    Ini memang konteksnya kita mau bicara soal tahun kedua, periode kedua pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Lalu kalau kita bicara sekarang per sektornya, dari kacamata Pak Erick sendiri, mana kiranya milestone yang perlu disampaikan? Kita bicara mungkin dari sektor keuangan terlebih dahulu kah? Atau misalnya ada sektor farmasi? Ada sektor konstruksi dan lain sebagainya. Catatan Pak Erick seperti apa?
    Mungkin sebelum ke situ, saya mau ambil dikit moment, ya. Moment artinya begini, kadang kadang kan kita planning sesuatu, tiba-tiba ada sebuah kejadian besar yaitu covid-19. Dan mungkin banyak pihak memikir ini menjadi kemunduran sebuah bangsa.

    Tetapi kalau kami di Kementerian BUMN justru melihatnya berbeda. Justru ini momentum terjadinya percepatan, karena suka tidak suka, semua bisnis strategi berubah. Efisiensi harus terjadi dan juga digitalisasi yang sangat amat cepat. Yang akhirnya, ini merupakan suatu terobosan, yang suka tidak suka, kita harus lakukan.

    Kalau bukan (masa) covid-19, pasti lebih banyak yang against (menentang). Cuma karena sekarang justru ini menjadi semua ritme yang menjadi satu, antara pemerintah, masyarakat, kalangan pengusaha. Semua.

    Jadi, memang selain di awal-awalnya yang Kania waktu itu sudah wawancara, kita struktur dari Kementeriannya dulu waktu itu, lalu penempatan orang, lalu job-desk, lalu Consumer Price Index (CPI) nya, lalu juga core values-nya.

    Tetapi yang kita terus ini lagi push ke DPR dan DPR-nya sangat respons. Dan Bapak Presiden, Menteri Keuangan, dan banyak pihak juga mendukung. Yaitu kalau mau BUMN ini lebih cepat lagi bertransformasi, ya salah satunya mengenai RUU BUMN yang sedang kita bicarakan.

    Karena, di RUU BMN itu ada tiga konteks besar. Satu, bagaimana kita diberi kesempatan untuk menutup, karena supaya direksi BUMN ini jangan terjebak begini, "Yaudah, kalau (BUMN) rugi negara yang hadir, toh kita sudah enggak di sini."

    Nah, mentalitas ini ya harus kita dapat tutup atau merestruktur, menggabungkan.

    Jadi yang prosesnya selama ini lama karena berbagai pihak, ini kita harus menjadi terobosan. Nah, jadi ketika tadi yang disebutkan di awal ini bisa dapat ini, ini tambah lagi. Ini secara Kementeriannya.

    Tentu yang kita harapkan juga bagaimana pola pikir kementerian ini kan, selain menjadi service, tetapi juga dia perlu dapat tadi yang namanya appreciation. Karena itu kita meminta satu persen dari dividen juga masuk di Kementerian, supaya semua berpikir dividen.

    Sekarang kita masuk ke apa yang dibutuhkan Indonesia ke depan.

    Erick bicara restrukturisasi BUMN

    Boleh dievaluasi dulu Pak kinerja BUMN sejauh ini? 
    Ya, saya rasa kalau kita lihat kan ini sangat berat. Kenapa?

    Persepsi yang terbentuk untuk BUMN, korup. Persepsi yang dibentuk, akhirnya banyak utang. Persepsi yang dibentuk ini justru jadi menara gading yang menyulitkan semua orang.

    Tetapi kan sekarang kalau kita lihat apa yang terjadi hari ini, kita sudah membuktikan. Bahwa utang-utang yang dimiliki BUMN itu kita restrukturisasi. Tetapi bukan restrukturisasi, mohon maaf kadang-kadang, yaudah sekedar nanti nunggu menterinya ganti. Enggak!

    Kita memastikan restrukturisasi ini jangka panjang. Apa yang terjadi di PTPN, bagaimana kita kembalikan PTPN ke core bisnisnya. Kemarin impact-nya sudah terlihat. Yang tadinya targetnya rugi, sekarang untung Rp2,3 triliun, revenue-nya naik 37 persen.

    Begitu juga Krakatau Steel dengan segala efisiensi dan strategi-strategi lain juga. Bottom line-nya atau untungnya sekarang ada. Nah ini persepsi utang ini kita perbaiki. Bahwa yes, kita ada utang. Yes ada kesalahan masa lalu, Kita tidak mau siapa menuduh siapa.

    Sekarang, kita bisa buktikan kalau punya niat baik dan konsep yang jelas, ini bisa dilakukan. Yang lainnya juga kembali konsolidasi.

    Kalau sampai ke opsi penutupan tadi Pak, yang sempat disebut-sebut, memang sekarang masih dirancang? Kurang lebih nanti akan seperti apa? Artinya, menuju ke sana? Apakah sekarang sudah ada daftar BUMN yang akan ditutup?
    Ya saya rasa kalau penutupan, memang kan kembali lagi, kita bukan istilahnya asal menutup.

    Yang namanya digitalisasi saja itu mengganti pekerjaan, yang seperti ini jadi seperti itu. Jadi banyak pekerjaan yang hilang. Sama juga yang namanya korporasi pasti dengan perubahan digitalisasi dengan perubahan tadi momentum pascapandemi covid-19. Banyak juga yang berubah bisnis modelnya dan kita sudah buktikan.

    Dulu, beberapa perusahaan yang namanya Nokia, sekarang kan enggak ada lagi juga.

    Nah, berarti adaptasi ini yang harus terjadi. Itu yang kita transformasi, BUMN balik kepada core bussines-nya. Tetapi harus menjadi champion, apakah dia berpartner dengan swasta atau siapa pun, kita terbuka. Tetapi mesti membuat itu lebih excellent.

    Itu juga sekarang kan udah mulai kelihatan hasil hasilnya.

     

    Halaman Selanjutnya
    Mungkin kalau kita bisa bicara…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id