Wawancara Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah

    Subsidi Rp600 Ribu Jangan Ngendon di Tabungan, Belanjakan!

    Indra Maulana - 31 Agustus 2020 13:07 WIB
    Subsidi Rp600 Ribu Jangan <i>Ngendon</i> di Tabungan, Belanjakan!
    Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyampaikan penjelasan program subsidi pemerintah kepada anggota DPR Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
    Jakarta: Agustus 2020 ini, pertama kali dalam sejarah di Indonesia, pemerintah memberikan bantuan uang tunai kepada kelas menengah. Bantuan subsidi upah (BSU) diberikan kepada 15,7 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. 

    BSU dengan besaran Rp600 ribu saban bulan ini bagian dari usaha pemerintah untuk memperkuat konsumsi masyarakat, agar pemulihan ekonomi nasional bisa dipercepat. Tujuannya, untuk menghindarkan Indonesia dari resesi yang berat akibat pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19). 

    Sebelumnya, bantuan sosial sudah secara bertahap digelontorkan pemerintah, terutama kepada kelas bawah. Seperti bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sembako, subsidi listrik dan listrik gratis, hingga kartu prakerja.

    Akhir pekan lalu, Medcom.id mewawancarai Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah untuk mengetahui muasal terbitnya program ini. Wawancara ini ditayangkan dalam program diskusi virtual Crosscheck, pada Minggu, 30 Agustus 2020. 

    Dalam wawancara itu, Ida meminta penerima BSU segera membelanjakan uangnya, terutama dibelanjakan ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar roda perekonomian rakyat kembali berputar. Berikut petikan wawancara Head of News Medcom.id Indra Maulana bersama Ida Fauziyah:

    Presiden sudah meluncurkan BSU pekan ini. Sebanyak 15,7 juta orang tersenyum melihat bantuan ini...

    Ya, saya juga ikut tersenyum.

    Apa tujuan BSU ini?

    Begini, dampak pandemi ini bentuknya berupa perlambatan sisi ekonomi. Semua perusahan kelas atas maupun kelas bawah terganggu. Hal ini berdampak berkurangnya pendapatan perusahaan. Semua terganggu. 

    Masyarakat tak bisa memenuhi kebutuhannya. Banyak yang memberi testimoni, mereka kerja aktif tapi berkurang pendapatannya. Ada yang memang kebutuhannya meningkat, sekarang menjadi berkurang kemampuannya memenuhi kebutuhan. Misalnya, anaknya di rumah, kebutuhan pasti meningkat. Kuota internet misalnya. 

    Pemerintah sebenarnya tidak hanya meluncurkan BSU. Program stimulus bantuan sosial diluncurkan juga, seperti perluasan PKH (program keluarga harapan), BLT (bantuan langsung tunai) desa, kartu prakerja, subsidi listrik, dan program kartu prakerja. Semua program ini melengkapi. Syaratnya peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020. 

    Pekerja akan menerima selama empat bulan, mulai September hingga Desember. Total menerima Rp2,4 juta dan diterima setiap dua bulan sekali. Yang sekarang dicairkan untuk September dan Oktober. Sedangkan November dan Desember dicairkan di tahap berikut. Data yang ada, 15,7 juta orang penerima.

    BSU ini awalnya untuk pekerja swasta. Kemudian kita perluas ke pegawai pemerintah non-PNS. Mereka itu tidak menerima gaji ke-13. Misalnya tenaga honorer atau outsourcing di BUMN. Upah mereka UMR.

    Mereka itu berhak menerima BSU. Sebab berpenghasilan di bawah 5 juta. Mereka bukan swasta, tapi juga bukan PNS. Ada guru honorer di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) itu juga banyak sekali. Akhirnya dari 13,8 juta orang menjadi 15,7 juta orang. Biayanya menjadi Rp 37,7 triliun.
     

    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id