Profesor IPB Bedah Strategi Menjadi Guru Besar

    Citra Larasati - 20 Oktober 2020 15:42 WIB
    Profesor IPB Bedah Strategi Menjadi Guru Besar
    Ilustrasi pengukuhan guru besar. Foto: Dok. UNS
    Jakarta:  Guru Besar sebagai amanah tertinggi dalam dunia pendidikan, hakikatnya merupakan sebuah tanggung jawab, baik dalam segi keilmuan, dedikasi, serta teladan.  Untuk itu, menjadi guru besar harus menempuh sejumlah kelayakan agar menjadi memberi manfaat untuk masyarakat.

    Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Arif Satria menyampaikan, bahwa profesor adalah gelar tertinggi di akademik yang sifatnya dapat diraih tanpa ada pengaruh dari orang lain.

    “Sehingga kitalah pengendali sebenarnya. Profesor memiliki tingkat kematangan, rasionalitas dan kebijaksanaan yang tinggi serta yang terakhir adalah memberi inspirasi," kata Arif, dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Oleh karena itu, ia berharap para dosen calon profesor terus menempuh kelayakan-kelayakan sesuai harapan publik.  Sehingga benar-benar menjadi profesor yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.

    "Karena menjadi profesor itu bukan hal teknis sebenarnya, melainkan soal mental. Semoga profesor IPB University semakin banyak sehingga semakin memberikan inspirasi,” kata Arif.

    Menurutnya, ipaya untuk menjadi profesor tersebut dapat diraih dengan 5C, sebagaimana yang disampaikan oleh Guru Besar IPB University dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Musa Hubeis.  Adapun 5C tersebut meliputi cita-cita, cinta pekerjaan, cakrawala, citra dan contoh.

    Kunci utama sukses sebagai calon profesor adalah berusaha atau niat, karakter (budaya riset dan publikasi) dan kerja keras (mandiri maupun kolaborasi)  yang disertai doa, kesabaran dan disiplin (manajemen/target waktu). Untuk itu diperlukan peningkatan motivasi diri.

    Baca juga:  FRI Sambut Positif Rencana Fleksibilitas Penilaian Guru Besar

    Di antaranya membiasakan membaca jurnal-jurnal ilmiah internasional untuk mendapatkan sumber ilmu dan temuan up to date di bidangnya. "Serta menimbulkan gagasan atau hal baru (menulis) untuk pengembangan ilmu (teori atau praktis) maupun stakeholder,” tambahnya.

    Pada kesempatan ini, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Muhammad Syukur menjelaskan, strateginya dalam perjalanannya menjadi profesor selama 13 tahun sejak menjadi calon dosen dan 11 tahun sejak menjadi asisten ahli.

    "Strateginya adalah terlebih dahulu memahami administratif dan substansinya. Baca dan pahami pedoman operasional penilaian angka kredit, hitung kebutuhan kum untuk masing-masing unsur, rancang karya ilmiah yang ditargetkan, arsipkan secara digital, selalu kontrol akun: Google Scholar, Sinta dan lain lain," imbuhnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id