comscore

Simak Hal Ini jika Ingin Kuliah di Kampus Top Amerika

Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 Juli 2020 15:02 WIB
Simak Hal Ini jika Ingin Kuliah di Kampus Top Amerika
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Melanjutkan studi ke kampus top Amerika Serikat (AS) terkenal cukup sulit. Terlebih, menembus Ivy League, label untuk kampus top di Amerika Serikat yang memiliki standar akademik terbaik.

Tercatat ada delapan kampus yang masuk dalam Ivy League, yaitu Harvard University (Massachusetts), Yale University (Connecticut), Princeton University (New Jersey), Columbia University (New York), Brown University (Rhode Island), Dartmouth College (New Hampshire), University of Pennsylvania (Pennsylviania) dan Cornell University (New York). Proses penerimaan di kampus-kampus tersebut amat ketat.
Bagi yang ingin melanjutkan studi ke jajaran kampus Ivy League, ada beberapa hal yang mesti diketahui. Pertama biaya kuliah yang tidak murah.  Pemerhati Pendidikan Internasional Bimo Sasongko menyebut biaya kuliah S1 di Ivy League sekitar 80 ribu dolar per tahun atau setara Rp1,1 miliar. 

"Biayanya hampir 80 ribu dolar per tahun. Kampus-kampus lain sekitar 25 ribu dolar. Hampir empat kali lipat," kata Bimo kepada Medcom.id, Kamis, 9 Juli 2020.

Biaya hidup juga mesti jadi pertimbangan. Bimo mengatakan,estimasi biaya hidup di wilayah sekitar kampus top tersebut bisa mencapi Rp150 juta per tahun.

Baca: Istilah-istilah Perkuliahan yang Perlu Diketahui Calon Mahasiswa

Dengan biaya kuliah yang sangat mahal tersebut, perencanaan pendidikan menjadi penting, apakah menggunakan uang pribadi atau dengan beasiswa. Pemerintah Indonesia memiliki sejumlah beasiswa yang bisa dimanfaatkan para mahasiswa, misalnya beasiswa Lembaga Pengeloaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. LPDP mempunyai reputasi yang apik di kampus-kampus Ivy League.

Ada pula beasiswa dari pemerintah Amerika, misalnya Foreign Fulbright Student Program. Ini merupakan salah satu program beasiswa pendidikan yang sangat populer untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di Amerika Serikat.

Hal lainnya yang mesti dipahami adalah persaingan masuk yang sangat kompetitif. Sebagai jajaran universitas bergengsi, sudah barang tentu banyak yang ingin masuk ke kampus-kampus top negeri Paman Sam itu.

"Prosesnya lebih susah. Tes dan saingannya ketat. Biasanya yang apply seribu orang untuk satu kursi, kalau di Ivy League 10 ribu orang per tempat," jelasnya.

Belajar dengan serius menjadi kunci utama agar bisa lulus tes American College Testing Program (ACT) atau SAT. Sebagai gambaran, skor SAT untuk bisa lolos ke Harvard rata-rata 690-760 untuk Reading dan Writing, dan 700-780 untuk Math.

Selain itu, skor IELTS dan TOEFL juga harus sangat baik. Bimo menyebut untuk bisa menembus, Ivy League, nilai IELTS 7,5 dan TOEFL 600. Selain itu, tes tambahan untuk jenjang pascasarjana. Graduate Record Examinations (GRE) dan untuk yang mengambil jurusan bisnis ada tes Graduate Management Admission (GMAT). Ujian ini tak mudah dan juga cukup menyedot biaya tambahan.

"Ini seperti tes IQ berbahasa Inggris, ada matematik, verbal, dan sebagainya. Untuk bisnis ada GMAT itu sama ada bisnisnya. Ini persiapannya lama," terang pendiri Euro Management itu.

Bimo mengungkapkan, harga sekali tes, baik GRE maupun GMAT, bisa mencapai Rp5 juta.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id