comscore

Profesor Beberkan 7 Tips Penulisan Artikel untuk Publikasi Ilmiah

Citra Larasati - 25 Desember 2021 09:16 WIB
Profesor Beberkan 7 Tips Penulisan Artikel untuk Publikasi Ilmiah
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta:  Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Kegiatan Lokakarya Pendampingan Penulisan Tugas Akhir Magister dan Doktor. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Irwansyah, S.H., M.H. dari Universitas Hasanudin yang memberikan tips dan trik bagaimana menulis artikel yang baik untuk publikasi ilmiah.

Irwan dalam presentasinya menyampaikan tentang “Strategi Penulisan Naskah di Jurnal Bereputasi.” Menurut Irwan, sebelum melakukan publikasi ilmiah, seorang penulis harus memahami tujuan dari penulisan artikel tersebut.

 



Selain itu, perlu dipahami juga mengenai standar substansi, standar tata kelola (meliputi author guidelines dan template), serta trik dan strateginya.

Selanjutnya, Irwan juga menyatakan bahwa artikel yang bersumber dari tesis atau disertasi harus difokuskan pembahasannya. Artikel yang akan diterbitkan tidak menyalin semua tesis atau disertai, tetapi memilih satu rumusan masalah yang mewakili dari gagasan yang dibahas.

Baca juga:  Produktivitas Publikasi Ilmiah Meroket, Tapi Minim Dana Riset

Menurut Irwan, tesis pada umumnya membahas dua rumusan masalah, sedangkan disertasi pada umunya membahas tiga rumusan masalah. Agar nantinya tulisan-tulisan yang akan dimuat di jurnal tidak lagi bekerja dua kali, makanya nanti tulisan cukup bersumber dari naskah tesis atau disertasinya.

"Dari dua atau tiga rumusan masalah itu dipilih hanya satu yang mewakili gagasan untuk difokuskan dalam membuat tulisan,” jelasnya dikutip dari laman UNAIR, Sabtu, 25 Desember 2021.

Berikut ini bagian penting dari artikel:

  1. Judul artikel, harus menarik atensi dan bersifat provokatif, mengambarkan isi atau temuan, tidak berupa singkatan dan nama peraturan, dan tanpa nama objek atau lokasi penelitian.
  2. Abstak, berisi tujuan penulisan artikel, metode singkat penulisan, hasil-hasil penting, temuan, kesimpulan, dan implikasi terhadap teori dan praktik.
  3. Keyword, konsep penting yang berupa kata atau frasa, disusun dari spesifik ke umum, dan tidak harus termuat dalam judul dan abstrak.
  4. Pendahulan, dapat menarik perhatian dan mampu meyakinkan pembaca mengenai pentingnya penelitian, serta berisi latar belakang, literature review, dan bersifat objektif.
  5. Metode penelitian, harus menonjolkan bagaimana data dianalisis bukan bagaimna cara mengumpulkan data.
  6. Hasil dan pembahsan, berupa argumentasi yang kuat, ketajaman analisis, sajian data yang mendukung pembahasan, dan perbandingan kritis dengan penelitian lain.
  7. Simpulan, menjawab tujuan dan memperkuat temuan tanpa pembahasan atau komentar baru, implikasi penelitian untuk memperjelas manfaat yang dihasilkan penelitian.
Irwan mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan sebelum melakukan publikasi ilmiah. Yakni, menghindari kutipan pribadi (lebih dari 15 persen) dan edisi khusus, jurnal predator, mengutip artikel dari jurnal yang dituju.

“Tulisan yang bagus, hindari mengutip pendapat sendiri. Kutip jurnal yang akan dituju, ini soal etika saja meskipun tidak ada ketentuan tapi sebaiknya mengutip artikel dari jurnal yang dituju baik satu atau dua artikel,” jelasnya. 

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id