Negara yang Kian Dilirik, Begini Persiapan Kuliah di Korea

    Ilham Pratama Putra - 12 Januari 2021 18:44 WIB
    Negara yang Kian Dilirik, Begini Persiapan Kuliah di Korea
    Tami Mauliana Kartanegara, Produser Metro TV penerima sejumlah beasiswa di Korea. Foto: Instagram Medcom.id
    Jakarta: Korea Selatan tak hanya identik dengan serial drama televisinya. Namun kekinian, Negeri Gingseng ini juga menjadi magnet bagi para pelajar untuk melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi di kawasan Asia.

    Bahkan saat ini Korea menjadi salah satu negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, selain Jepang, Singapura, bahkan Finlandia. Namun berbagai persiapan tentunya perlu dilakukan sebelum para pelajar berangkat ke negara poros K-POP tersebut.

    Salah seorang peraih beasiswa Korean Goverment Scholarship Program (KGSP), Tami Mauliana Kartanegara, berbagi pengalamannya saat meraih kesempatan studi di Korea.  Ia membagikan cerita hal-hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal sebelum melanjutkan studi di Korea.

    "Kalau benar-benar niat, minimal setahun sebelum berangkat itu usahakan belajar bahasa Korea dulu. Media belajarnya sekarang udah banyak banget ya," kata Tami dalam siaran langsung Instagram @medcomid, Selasa, 12 Januari 2021.

    Kesiapan belajar bahasa Kores sebelum berangkat sangat penting, meskipun nantinya tetap akan ada kelas untuk memperdalam bahasa.  Sebab menurutnya, bekal berbahasa korea sudah harus dipersiapkan sedini mungkin.

    Hal itu akan berguna tidak hanya untuk bekal studi, namun juga modal dalam memperluas pergaulan dengan masyarakat setempat.

    Tami sendiri mengaku sempat kewalahan saat belajar bahasa Korea. Dia bahkan membutuhkan waktu lebih dari delapan bulan untuk sampai pada tahap lancar berbahasa Korea untuk kebutuhan percakapan sehari-hari.

    Pun, bahasa ini bisa saja menjadi kendala nantinya. Terlebih jika para pelajar tidak masuk dalam program kelas internasional, yakni kelas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

    "Aku memang dapat kelas internasional, jadi enam bulan bisalah bahasa Korea yang standar. Tapi (kalau bukan kelas internasional) biasanya belajar bahasa itu setahun dulu baru bisa masuk kelas," ungkap produser program President's Corner Metro TV ini.

    Baca juga:  Ini 5 Pekerjaan Prospektif di Era Society 5.0

    Terlebih jika mengingat beberapa jalur beasiswa studi ke Korea membutuhkan nilai Test Of Proficienct In Korean (TOPIK). Tes itu serupa nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL).

    "Minimal nilai TOPIK itu nilainya tiga. Itu nantinya juga sangat membantu saat dibutuhkan persyaratan beasiswa," ungkap dia.

    Selain persiapan bahasa, Tami juga mengingatkan kepada para pemburu beasiswa di Korea untuk mempersiapkan berkas. Berkas yang dibutuhkan tergantung dari permintaan kampus tujuan dan syarat dari pemberi beasiswa.

    "Jadi mending disusun step by step biar enggak keteteran. Misal dokumen-dokumennya yang jelas esai, ijazah terus surat rekomendasi. Nah, jadi perlu diriset juga kampusnya, mesti detail, riset itu juga ngeliatin kalau kita interest sama kampusnya," sambung Tami.

    Tami sendiri mendapatkan beasiswa pertamanya ke Korea melalui program GKS pada jalur pertukaran pelajar. Dia mendapatkan kesempatan itu saat masih kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2010.

    Selama delapan bulan Tami belajar di kelas internasional, Ajou University Seoul, Suwon, Korea. Saat ini dia kembali mendapat kesempatan studi di Korea melalui beasiswa Korean Foundation Program 2021.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id