Esai, Kunci Memuluskan Jalan Meraih Beasiswa

    Medcom - 31 Juli 2020 08:10 WIB
    Esai, Kunci Memuluskan Jalan Meraih Beasiswa
    Dua alumnus SMAN 8 Jakarta, Suradi (kiri) dan Chintya Imelda Maidir memberikan tips meraih beasiswa melalui esai dalam Edufair SMAN 8 Jakarta. Foto: SMAN 8 Jakarta
    Jakarta: Jangan pandang remeh kekuatan esai. Karya tulis yang kental dengan sudut pandang pribadi ini ternyata bisa menjadi kunci siswa meraih beasiswa.

    Dahsyatnya kekuatan esai ini amat dirasakan Suradi, orang tua dari tiga anak yang kesemuanya meraih beasiswa di luar negeri. Anak pertamanya meraih beasiswa strata satu (S1) di Amerika Serikat. 

    Anak kedua bisa belajar di perguruan tinggi di Madrid, Spanyol. Dan putra ketiganya lolos seleksi masuk sekolah internasional setingkat SMA di Knightsbride International School (KSI) di Montenegro, Eropa Selatan.

    "Berkat esai, universitas atau sekolah tertarik untuk memberi beasiswa," kata Suradi berbagi pengalaman dalam sesi penutupan part I Edufair SMAN 8 Jakarta bertema "Esai dan Strategi Menembus Beasiswa", Kamis, 30 Juli 2020.

    Alumnus 1982 SMAN 8 ini memberikan tips agar esai yang dibuat siswa bertenaga. Esai harus mampu menunjukkan kelebihan dan keunikan yang membuat pihak universitas atau sekolah tertarik. 

    "Jangan berbohong, apalagi mencontek esai milik orang lain. Pelajari beragam esai. Tuangkan tentang diri, keluarga, aktivitas, karya, dan kelebihan kita secara jujur," kata pria yang kini bergerak di dunia media dan penulisan buku itu.

    Menurut Suradi, trik untuk lolos seleksi beasiswa sebenarnya lebih mudah jika siswa menyiapkannya jauh-jauh hari. Idealnya sejak masih di bangku SMP. Tetapi, jika baru mempersiapkan diri pada masa SMA juga tak masalah. Dengan catatan, siswa sudah memiliki sejumlah ‘tabungan’ berupa prestasi akademik serta aktivitas organisasi di sekolah dan luar sekolah.

    "Jangan lupa kemampuan bahasa Inggris yang memadai baik lisan maupun tulisan. Dan tentunya keterampilan menulis, khususnya untuk menulis esai yang biasa disebut personal statement," ujar dia.
     

    Budaya membaca

    Alumnus 1995 SMAN 8, Chintya Imelda Maidir, yang juga diundang menjadi pembicara memberikan tips lain. Menurutnya, budaya membaca harus dipupuk sejak dini.

    "Budaya membaca bisa menjadi basis untuk melanjutkan tradisi menulis di kalangan anak-anak kita. Tanpa banyak membaca, tak mungkin anak kita mampu menulis dengan baik. Apalagi menulis esai yang dibatasi jumlah karakter kata atau hurufnya," kata National Program Coordinator, Knowledge Sector Initiative, Program Kemitraan Indonesia-Australia, ini.

    Imelda berhasil mendidik anaknya yang masih remaja untuk terus meningkatkan minat baca. Bahkan sang puteri, Kanaya N Ozora, yang masih 14 tahun, sudah mampu menghasilkan novel berbahasa Inggris berjudul berjudul “Najima” pada 2019. 

    "Meski novel tidak sama dengan esai serius untuk beasiswa, tetapi tradisi menulis dan keterampilan menuangkan gagasan dan pikiran akan mempermudah setiap anak membuat esai," kata lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

    Masa pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk mencari informasi peluang beasiswa mancanegara. Ini dibuktikan dengan minat yang besar terhadap acara Edufair yang digelar SMAN 8 Jakarta. Acara yang dilaksanakan secara daring ini banyak diminati siswa, terutama kelas 12 dan 11.

    Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Rita Hastuti, mengatakan Edufair memberikan sarana informasi luar biasa kepada siswa dan orang tua yang ingin putra-putrinya melanjutkan kuliah ke luar negeri, terutama dengan beasiswa. 

    "Setelah sesi sebelumnya yang memberikan gambaran bagaimana sistem belajar di sejumlah negara Asia, Eropa, dan Amerika. Kali ini khusus mengenai literasi, yakni bagaimana membuat esai sebagai salah satu syarat penting lolosnya pengajuan beasiswa,” kata Rita Hastuti kepada sekitar 300 peserta Edufair.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id