comscore

Ini Perbedaan Status Kontrak PKWT dan PKWTT, Pencari Kerja Wajib Tahu!

Muhammad Syahrul Ramadhan - 21 April 2022 14:53 WIB
Ini Perbedaan Status Kontrak PKWT dan PKWTT, Pencari Kerja Wajib Tahu!
Perbedaan PKWT dan PKWTT (Ilustrasi Medcom.id)
Jakarta: Di Indonesia terdapat dua perjanjian kerja yang diterapkan yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Keduanya dalam peraturan perundang-undangan Indonesia.

Bagi sobat Medcom yang sedang mencari kerja wajib mengetahui dua perjanjian tersebut sebelum menerima pekerjaan. Sebab, kesepakatan kerja yang disetujui nanti berdampak kepada status dan benefit yang Kamu terima selama bekerja.

Berikut ini penjelasan PKWT dan PKWTT beserta perbedaannya seperti dirangkum Medcom.id dari berbagai sumber.

PKWT

Pengertian PKWT

Jenis kontrak ini diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor KEP.100/MEN/VI/2004 tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Aturan tersebut merupakan aturan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu. PKWT didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu berdasarkan perjanjian kerja.
 
Melansir laman Insight Talenta, PKWT  adalah perjanjian kerja yang mengikat karyawan dalam waktu tertentu. Pada umumnya, PKWT diberlakukan perusahaan kepada karyawan kontrak atau para pekerja lepas di mana perusahaan memberlakukan batas waktu untuk bekerja kepada karyawan.

Berdasarkan pengertian tersebut, karyawan yang memiliki perjanjian kerja berstatus PKWT dapat disebut sebagai karyawan kontrak atau pekerja sementara. Perjanjian kerja tersebut dapat diperpanjang atau diperbaharui.

Jenis pekerjaan dengan PKWT

Apakah semua jenis pekerjaan bisa menggunakan PKWT? Jawabannya, tidak! Dilansir dari Twitter resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) @KemnakerRI, PKWT tidak dapat dilakukan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.

Misalnya saja, seperti pekerjaan yang sekali selesai atau yang bersifat sementara. Selain itu, pekerjaan yang penyelesaiannya diperkirakan tidak terlalu lama, pekerjaan yang sifatnya musiman, dan lainnya.

PKWTT

Pengertian PKWTT

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT adalah perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan pekerja untuk mengadakan perjanjian kerja atau hubungan kerja yang bersifat tetap. Dikutip dari EKRUT, kontrak kerja PKWTT ini boleh diberlakukan untuk berbagai jenis pekerjaan.

Sesuai dengan namanya, perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau PKWTT ini bersifat terus-menerus dan tidak dibatasi oleh waktu. Artinya karyawan yang memiliki kesepakatan kerja PKWTT berstatus sebagai karyawan tetap.

Dari perbedaan tersebut, jelas  jika PKWTT ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan PKWT. Karyawan dengan kontrak PKWTT  tidak perlu khawatir kariernya.
 

Perbedaan PKWT dan PKWTT

Berikut perbedaan PKWT dan PKWTT pasca UU Omnibus Law Cipta Kerja seperti dikutip dari
Linkedin Theodore Manurung.

 
Perihal PKWT PKWTT
Jenis Pekerjaan Terbatas, hanya untuk pekerjaan yang sifatnya tidak tetap (tidap terus-menerus). Tidak terbatas, dapat diadakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya tetap atau tidak tetap.
Jangka Waktu
dan
Bentuk Perjanjian Kerja
Terbatas, berdasarkan:
– Jangka waktu (maksimal 5 tahun); atau
– Selesainya pekerjaan tertentu (hingga selesainya pekerjaan dimaksud).

Harus tertulis.
Tidak terbatas.

– Tertulis; atau
– Lisan, namun harus disertai dengan surat pengangkatan.
Masa Percobaan Tidak diperbolehkan.
Diperbolehkan, maksimal 3 bulan.
Pencatatan Kepada Kemenaker Wajib, paling lambat 3 hari sejak penandatanganan PKWT. Tidak.
Berakhirnya Hubungan Kerja Hubungan kerja berakhir demi hukum saat selesainya jangka waktu atas pekerjaan tertentu yang dimaksud dalam PKWT. Alasan-alasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 PP 35/2021.
Kompensasi Atas Berakhirnya Hubungan Kerja – Uang kompensasi PKWT.
– Ganti rugi sebagaimana diatur dalam pasal 62 UU 13/2003 (dalam hal berakhirnya hubungan kerja dikarenakan salah satu pihak mengakhiri PKWT sebelum berakhirnya jangka waktu PKWT).

 
Uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, dan/atau uang pisah.

 

 (RUL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id