Psikolog UNAIR Bagikan Cara Mengajarkan Anak Berpuasa

    Citra Larasati - 09 Mei 2021 12:05 WIB
    Psikolog UNAIR Bagikan Cara Mengajarkan Anak Berpuasa
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi



    Jakarta:  Memasuki bulan Ramadan, seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, terkadang banyak orang tua yang kesulitan mengajarkan anak-anak mereka untuk ikut serta dalam berpuasa.

    Psikoloh Anak dari Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si., Psikolog., mengatakan bahwa anak mulai bisa diajarkan untuk berpuasa sedini mungkin. Namun, kata Dewi, orang tua tetap harus memperhatikan porsi pemikiran dan kekuatan fisik anak dalam menjalankan ibadah puasa.

     



    Dewi mengungkapkan ada cara tepat dalam mengajarkan anak berpuasa tanpa harus dipaksakan. Pertama, menurutnya, orang tua harus memahami berapa usia anak dikarenakan usia menentukan perkembangan kognisi anak dan hal tersebut juga berkaitan dengan cara berkomunikasi atau cara mengajari anak untuk berpuasa.

    Bagi anak usia di bawah tujuh tahun dengan masa perkembangan kognisi praoperasional, sambung Dewi, cara terbaik mengajarkan berpuasa adalah dengan memberi contoh langsung atau memberi kesempatan anak untuk meniru perilaku orang tuanya. Misalnya, ketika anak terbangun sahur maka, menurut Dewi biarkan sang anak melihat apa yang dilakukan orang tuanya dan bisa disampaikan mengapa harus melakukan sahur.

    “Memberikan atmosfer Ramadan dalam rumah, dengan kegiatan sahur bersama, puasa, salat tarawih bersama akan menguatkan proses peniruan anak dalam melakukan puasa,” jelas Dewi dilansir dari laman UNAIR, Minggu, 9 Mei 2021.

    Baca juga:  Pakar UGM Bagikan Cara Bijak Kelola Keuangan Jelang Lebaran

    Sedangkan, pada anak usia tujuh tahun ke atas dengan masa perkembangan kognisi operasional konkret, maka cara terbaik mengajarkan puasa kepada anak menurut Dewi adalah dengan memberikan reward dan penguatan ketika anak mampu berpuasa satu bulan penuh secara konsisten.

    Reward yang diberikan dapat berupa pujian atau hadiah, hal tersebut tergantung pada masing-masing keluarga karena terkadang terdapat anak yang tidak cukup dengan diberi pujian melainkan harus diberi sebuah hadiah.

    “Selain itu, kondisi fisik anak penting untuk diperhatikan. Orang tua dapat menyediakan makanan yang bergizi dan jika perlu orang tua dapat memberikan vitamin kepada anak,” tambahnya.

    Dewi menyampaikan, bahwa mengajarkan puasa kepada anak sedini mungkin adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Cara mengajarkan sesuatu kepada anak adalah dengan pembiasaan melakukan yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.

    Jika anak sudah terbiasa, lanjutnya, maka anak akan dengan mudah melakukan hal-hal baik dan tidak akan merasa terbebani dalam menjalankannya.  Beberapa manfaat mengajarkan puasa pada anak sedini mungkin yaitu dapat mengajari anak menjadi anak yang saleh dan salihah.

    Selain itu juga dapat mengajarkan anak untuk dapat menghargai orang yang tidak beruntung, empati terhadap orang lain, membentuk anak menjadi lebih bersyukur atas apa yang telah dimiliki serta dapat membantu anak untuk melakukan pengendalian diri (self control).

    “Dengan belajar puasa sejak dini, anak akan lebih mudah untuk diajari tentang empati, tentang menghargai orang lain serta bersyukur. Puasa dapat dijadikan media agar anak mengerti ketika orang tidak makan, maka dia akan merasa bersyukur ketika dia masih bisa makan dan dia juga akan memahami orang lain yang tidak mampu membeli makan atau bahkan kelaparan,” tutupnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id