Harga Melonjak, Pakar UGM Sarankan Pengembangan Substitusi Kedelai

    Arga sumantri - 04 Januari 2021 18:12 WIB
    Harga Melonjak, Pakar UGM Sarankan Pengembangan Substitusi Kedelai
    Ilustrasi Kedelai. Dok Pexels.
    Yogyakarta: Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari menilai perlu upaya menyikapi melonjaknya harga kedelai impor. Caranya, bisa dengan pengembangan komoditas lokal yang dapat dijadikan substitusi kedelai, di samping terus berupaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

    "Untuk membuat tempe tidak harus dengan kedelai, ada kacang-kacangan lain seperti koro pedang yang cukup baik dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia untuk substitusi kedelai impor," papar Jamhari melalui siaran pers, Senin, 4 Januari 2021.

    Jamhari menerangkan, kedelai merupakan tanaman yang secara alamiah dapat berproduksi secara maksimal di daerah subtropis. Dengan begitu, cukup wajar jika produktivitas panen kedelai di Indonesia tidak sebaik negara-negara produsen utama kedelai.

    Sejumlah varietas kedelai yang ditanam di Indonesia sebenarnya memiliki potensi produksi yang cukup tinggi. Namun, kata dia, selama ini masih terdapat celah antara potensi dengan jumah produksi riil.

    Salah satu penyebab rendahnya jumlah produksi kedelai di Indonesia, terangnya, adalah minimnya lahan pertanian. Solusi jangka pendek untuk persoalan ini adalah mengintegrasikan pertanian kedelai dengan lahan tanaman perkebunan dan kehutanan.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id