comscore

Mau Daftar Beasiswa S2 Tapi Beda Jurusan dengan S1? Ini Tips Lolosnya

Medcom - 08 Februari 2022 19:33 WIB
Mau Daftar Beasiswa S2 Tapi Beda Jurusan dengan S1? Ini Tips Lolosnya
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta:  Bukanlah hal yang mustahil bila Sobat Medcom ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) dan mendapatkan beasiswa yang berbeda jurusan dengan jenjang sebelumnya (S1). Liah Rosdiani Nasution telah membuktikan hal tersebut.

Liah menempuh pendidikan magisternya di The University of New Mexico, Amerika Serikat, dengan konsentrasi studi Educational Psychology. Padahal, sebelumnya dia merupakan lulusan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Tak hanya sekadar berkuliah di luar negeri, wanita asal Sumatra Utara itu bahkan bisa memperoleh beasiswa. Dia menerima beasiswa AMINEF-Fulbright Indonesia pada tahun 2015.

Liah lantas membeberkan sejumlah kiat agar bisa lolos beasiswa meskipun jurusan yang hendak ditekuni tidak linear dengan jenjang sebelumnya.  “Pengalaman dan pekerjaan yang relevan dengan jurusan yang akan dipilih merupakan faktor besar yang bisa memuluskan beasiswa kita,” ujarnya dalam live Instagram @fulbrightindonesia, Selasa, 8 Februari 2022.

Liah menuturkan, bahwa dirinya memiliki banyak pengalaman volunteer yang berkaitan dengan psikologi. Bahkan, salah satu pewawancaranya yang berasal dari Amerika Serikat, mengapresiasi pengalaman tersebut.

Menurutnya, harus ada latar belakang dan alasan yang kuat untuk mendukung pengajuan beasiswa yang studinya tidak linear dengan S1. Dengan demikian, pendaftar bisa menjelaskan motivasinya ketika diwawancara.

Baca juga:  Beasiswa Fulbright Buka Pendaftaran Hingga 15 Februari, Siapkan Berkasmu!

Untuk itu, Liah menyarankan kepada calon pendaftar beasiswa agar melakukan riset mendalam terkait bidang yang ingin ditekuninya. Supaya, pewawancara dapat melihat kesungguhan yang ada dalam diri pendaftar.

“Waktu itu, saya memaparkan bahwa pengajar di bidang educational psychology di lingkungan kampus masih sedikit. Bahkan, jumlahnya tak sepadan dengan mahasiswanya,” ungkap Liah.

Pengecekan kelengkapan dokumen juga menjadi salah satu hal yang penting. Pastikan tidak ada informasi berulang di setiap berkas.

“Untuk studi objektif, bisa minta bantuan ke rekan untuk mengecek kembali. Sehingga, kita dapat menemukan blind spot atau hal-hal yang kurang dalam berkas tersebut,” tutupnya. (Nurisma Rahmatika)


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id