Tips Membuat Esai Beasiswa: Hindari Kata Pembuka 'My name is'

    Ilham Pratama Putra - 19 Juni 2021 09:10 WIB
    Tips Membuat Esai Beasiswa: Hindari Kata Pembuka <i>My name is</i>
    Peraih Beasiswa LPDP, Robinson Sinurat (kiri) dan peraih beasiswa Goverment Korea Scholarship (GKS) Tami Mauliana Kartanegara (kanan). Foto: Instagram osc_medcom



    Jakarta:  Personal statement dalam bentuk esai biasanya menjadi salah satu syarat kunci yang harus dipenuhi ketika pelamar hendak mendapatkan beasiswa.  Untuk itu diperlukan trik agar esai menarik, menjual, namun juga tidak berlebihan, sehingga dapat memperlancar proses seseorang dalam mendapatkan beasiswa. 

    Salah satu peraih beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di Columbia University Amerika Serikat, Robinson Sinurat membagikan tips bagaimana menulis personal statement yang baik tersebut.  Salah satu kata kuncinya, kata pria yang akrab disapa Obin ini adalah esai personal statement haruslah bersifat unik.

     



    Personal statement yang unik menurut dia akan menjadi kekuatan tersendiri dalam keseluruhan  proses meraih beasiswa.  "Menulisnya itu harus menarik dan unik. Kuncinya itu di opening-nya yang eye catching, sehingga membuat orang mau melanjutkan membaca," sebut Obin dalam siaran langsung OSC Talks di akun Instagram @osc_medcom, Jumat 18 Juni 2021.

    Obin mengingatkan, agar pelamar beasiswa menghindari kalimat pembuka yang normatif dan bertele-tele seperti 'my name is.."  Namun cobalah memulai esai dengan latar belakang kehidupan yang menggambarkan diri kita.

    "Misal, saya berasal dari desa dengan keluarga yang sederhana. Teman-teman harus menjadi unik personal, tapi juga harus realistis. Kalau kata anak-anak zaman sekarang itu 'jangan ngadi-ngadi' (jangan mengada-ngada)" ujarnya.

    Selanjutnya, tinggal bagaimana menyusun isi dari personal statement itu sendiri. Memberikan gambaran kenapa pendaftar layak diterima.

    "Perlu dipelajari juga, apa yang sedang pemberi beasiswa cari, kandidat seperti apa. Apakah pemberi beasiswa itu mencari pemimpin atau bussines man or woman," sebut dia.

    Baca juga:  Tips Membuat Esai Kontribusi agar Lolos Beasiswa LPDP

    Terakhir, tutuplah personal statement dengan konklusi. Biasanya tergambar jelas apa yang akan pendaftar lakukan ketika meraih beasiswa dan untuk apa studi tersebut ia pilih.

    "(Konklusi) itu ditulis realistis. Misalnya saya ingin menuntaskan kemiskinan, but how? jangan mengada-ada, yang real-nya saja misal apa yang kamu bisa lakukan dengan degree itu," ungkapnya.

    Personal statement unik yang digunakan Obin di Amerika juga ampuh digunakan untuk menembus beasiswa di Korea Selatan. Salah satunya dilakukan oleh peraih beasiswa Goverment Korea Scholarship (GKS) Tami Mauliana Kartanegara.  Ia menyebutkan bahwa personal statement saat menembus beasiswa di Korsel ia buat dalam bentuk video.

    "Aku personal statement-nya pakai video dokumenter.  Aku mau yang beda dengan yang lain.  Jadi hasil-hasil wawancara liputan aku dari Aceh sampai Papua. Carilah ide yang out of the box, cari sisi unik tapi jangan lebay (berlebihan)," ujar produser Metro TV itu menambahkan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id