Lebaran, Pakar UNAIR: Penderita Jantung Boleh Konsumsi Makanan Bersantan

    Citra Larasati - 14 Mei 2021 08:30 WIB
    Lebaran, Pakar UNAIR: Penderita Jantung Boleh Konsumsi Makanan Bersantan
    ilustrasi rendang. Foto: Dok. @pawonomwill



    Jakarta:  Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, maka tibalah saatnya untuk menyambut hari kemenangan. Lebaran selain identik dengan minta maaf juga identik dengan makanan khasnya seperti kue kering atau makanan berat lainnya.

    Opor ayam menjadi salah satu hidangan khas lebaran yang selalu dinanti dan sering dipasangkan dengan ketupat atau lontong. Lembutnya daging ayam, gurihnya kuah yang bercampur dengan santan, serta taburan bawang goreng yang mempercantik tampilan menjadi daya tarik yang tidak bisa dihindari.

     



    Begitu juga dengan rendang daging sapi, daging yang empuk dipadu dengan bumbu khas yang telah dicampur dengan santan menjadi pesona tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.  Namun, bagi penderita jantung koroner, makanan serba santan ini kerap menjadi momok untuk mengonsumsinya di hari kemenangan.

    Namun jangan khawatir, Pakar Gizi dari Universitas Airlangga (UNAIR), Stefania Widya Setyaningtyas mengungkapkan, bahwa penderita penyakit jantung koroner tetap bisa mengonsumsi opor ayam atau rendang saat lebaran meski mengandung santan.  Hanya saja ia memberi catatan, agar memperhatikan jumlah yang dikonsumsinya.

    “Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak dipanaskan berulang sebenarnya tidak masalah, karena penderita penyakit jantung koroner sekalipun tetap membutuhkan lemak,” ujar Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.

    “Santan mengandung lemak jenuh, maka jumlah konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 10% dari total kebutuhan lemak,” imbuhnya.

    Dikutip dari laman UNAIR, pemanasan berulang yang diakukan pada makanan bersantan akan menyebabkan kandungan lemak jenuh dalam santan semakin meningkat. “Hal ini terjadi akibat rusaknya struktur kimia lemak pada santan sehingga sebaiknya hindari konsumsi makanan bersantan yang dipanaskan berulang,” terangnya.

    Baca juga:  Khotbah Salat Id UNS Ingatkan Makna Memaafkan di Idulfitri

    Stefania menjelaskan, bahwa santan bisa diganti dengan produk lain yang lain seperti susu segar, susu skim, susu kedelai, atau susu almond. Tidak ketinggalan, pola makan seimbang juga perlu diterapkan.

    Imbangi dengan sayur dan buah yang tinggi kandungan serat dan larut dalam air sehingga dapat mengikat dan memperlambat penyerapan lemak dan kolesterol. "Hal ini membantu mengontrol kadar lemak dalam darah,” jelasnya.

    Beberapa contoh buah dan sayur yang tinggi serat serta larut dalam air adalah apel, pear, wortel, stroberi, jambu, brokoli, dan lobak turnip. Stefania juga merekomendasikan untuk membuat ketupat dengan campuran oatmeal.

    “Bisa juga mengkreasikan seperti lontong atau ketupat dengan menambahkan oatmeal sehingga jumlah serat larut dalam makanan akan meningkat,” tutupnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id