Simak Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer

    Citra Larasati - 15 September 2021 15:36 WIB
    Simak Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Salah satu kunci keberhasilan menulis artikel ilmiah populer yaitu bagus untuk dibaca masyarakat umum. Namun dalam praktiknya, penulis terkadang masih menemukan kesulitan merangkai kata-kata yang dapat diterima oleh masyarakat luas.

    Untuk itu, Universitas Airlangga (Unair) mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah populer pada Selasa, 14 September 2021.  Kegiatan tersebut menghadirkan Markus Sumartomdjon yang merupakan jurnalis salah satu surat kabar bidang ekonomi.

     



    Pada pemaparannya, ia menjelaskan tentang kiat-kiat menulis artikel ilmiah populer atau opini yang mampu menarik perhatian media massa.  Markus menjelaskan, artikel yang menarik memiliki sifat argumentatif dan mengemukakan pendapat atau kritik.

    “Jenis artikel yang menarik yakni memberi pandangan, pendapat, tanggapan, atau kritik terhadap suatu kondisi realitas sosial,“ tuturnya dikutip dari laman Unair, Rabu, 15 September 2021.

    Lanjutnya, Markus menyebut bahwa kita perlu menentukan ide atau gagasan sebelum menulis artikel. “Itu bisa melalui hasil penelitian ilmiah, data terbaru lembaga statistik atau lembaga riset lainnya yang kompeten, penemuan ilmu pengetahuan terbaru, serta persoalan yang sedang banyak diperbincangkan di berbagai media,” jelas Markus.

    Selain itu, Markus juga menyarankan agar ide yang dipilih sesuai dengan latar belakang bidang ilmu penulis.  Selain itu, keterbaruan atau aktualnya tema juga tidak kalah penting dalam menentukan ide artikel. “Ini penting untuk memastikan tulisan artikel yang up to date atau fresh,” ucapnya. 

    Baca juga:  Jurnal AJAR Unair, Jurnal Akuntansi Terindeks Scopus Pertama di Indonesia

    Kemudian ketika memulai suatu tulisan, sambung Markus, mulailah dengan membuat outline tulisan. Menurutnya, outline menjadi penting agar tulisan artikel menjadi terstruktur dan mudah dipahami oleh pembaca awam.

    “Penulis, juga dapat mengawali membuat tulisan dengan menggunakan bagan. Secara garis besar berisi persoalan atau penelitian terbaru, pemaparan persoalan atau hasil penelitian, penjelasan penyebab, serta solusi pemecahan atau manfaat hasil penelitian,” papar Markus. 

    Mengenai hal penting saat menulis artikel ilmiah, Markus menyebut bahwa ada lima poin yang wajib diperhatikan penulis. Kelimanya yakni menggunakan bahasa yang mudah dipahami, meminimalisasi penggunaan istilah akademik, hanya merangkum data berupa angka yang digunakan untuk menambah argumen penulis, menggunakan kalimat efektif dan efisien, serta ide tulisan orisinal melalui sudut pandang penulisan yang lain dari lainnya.

    “Terakhir juga jangan lupa periksa kembali tulisan artikel, pastikan tidak ada kesalahan penulisan. Kemudian, jangan lupa juga untuk mengirim artikel ke media yang memiliki karakteristik sejalan dengan tulisan kita. Tidak kalah penting, jangan lupa untuk terus mengasah kemampuan dan kompetensi” ucap Markus.

    Sementara itu pada acara tersebut, turut hadir Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM., Ketua senat akademik Universitas Airlangga (Unair). Ia memaparkan tentang alasan untuk menulis dan diterbitkan. 

    “Kita menulis, karena ada konteks keluhuran untuk menjaga eksistensi selamanya. Dengan menulis kita dapat menjaga peradaban, mencatat sejarah, menggambar gagasan abstrak, mengabadikan pikiran dan mengikat ilmu,” jelas Djoko.

    Terkait alasan diterbitkannya sebuah tulisan, Prof. Djoko merangkumnya dalam enam poin. “Untuk mengklarifikasi pemikiran, jalan interaksi dengan seseorang, mendapatkan respek dan kredibilitas, memperoleh legitimasi profesi, memperkuat posisi atau jabatan, serta memberi sesuatu kembali pada profesimu,” terangnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id