comscore

Catat! 7 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Wawancara Beasiswa

Arga sumantri - 11 Januari 2022 07:22 WIB
Catat! 7 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Wawancara Beasiswa
Ilustrasi. Dok Pexel.com
Jakarta: Mendapatkan sebuah beasiswa bukan perkara mudah. Banyak tahapan yang mesti dilewati, dan biasanya jadi momok tersendiri bagi para pemburu beasiswa.

Salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi beasiswa yaitu wawancara. Persiapan yang matang tentunya harus dilakukan para pencari beasiswa menghadapi tahapan wawancara. 

 



Makanya, penting untuk mengetahui, kira-kira pertanyaan apa saja sih yang sering diungkapkan pewawancara seleksi beasiswa? Melansir Schoters, berikut ini tujuh kalimat pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara beasiswa: 

1. Ceritakan Tentang Dirimu!

Pewawancara seringkali mengubah atau melakukan parafrasa pada pertanyaan ini dalam sejuta bentuk. Misalnya, menanyakan kalian orang yang seperti apa, kekurangan serta kelebihan, dan sebagainya.

Tapi, apa pun pertanyaannya, kunci dari pertanyaan ini tetap sama, yaitu harus memanfaatkan pertanyaan ini untuk menjelaskan hal-hal yang tidak dicantumkan dalam CV dan essay. Sekaligus, menonjolkan keunikan diri kalian.

2. Setelah Dapat Beasiswa dan Lulus, Apa yang Kamu Lakukan?

Lewat pertanyaan wawancara beasiswa yang satu ini, pewawancara sebenarnya ingin mengetahui apa kontribusi yang akan kalian berikan kepada lingkungan di sekitar kalian. Misalnya, apa yang akan kalian berikan kepada masyarakat dan negara, apa yang akan dilakukan setelah lulus, dan bagaimana caranya agar dapat membuat kontribusi tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan ini, peserta harus sangat jelas dan merencanakan dengan matang kontribusi masa depan sesuai bidang studi yang didalami dan visi lembaga pemberi beasiswa. Selain itu, pikirkan pula langkah apa yang kalian ambil untuk merealisasikan rencana kontribusi tersebut.

Baca: Daftar 9 Kampus Swasta Berkualitas yang Sediakan Beasiswa S1 2022

3. Jelaskan kekuatan dan Kelemahan Terbesarmu!

Kalian harus menceritakan pula bukti konkret mengenai kekuatan dan kelebihan kalian. Misalnya, mencantumkan bahwa kekuatan kalian adalah seorang pekerja keras dan kekurangannya adalah seorang perfeksionis.

Maka, kalian harus menceritakan juga contoh kejadian ketika sifat kerja keras itu membuahkan hasil. Begitu pula dengan kekurangan, harus menceritakan suatu kejadian manakala perfeksionisme dalam diri kalian itu dapat membawa hal negatif, serta bagaimana menanganinya.
 

Halaman Selanjutnya
4. Bagaimana Kamu Melihat Diri…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id