Pakar Hidrologi Unsoed Berbagi Cara Sederhana Cegah Banjir

    Antara - 21 Oktober 2020 14:33 WIB
    Pakar Hidrologi Unsoed Berbagi Cara Sederhana Cegah Banjir
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
    Purwokerto: Pakar hidrologi dan sumber daya air Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Yanto berbagi tips pencegahan banjir. Ia mengatakan, pencegahan bencana banjir bisa dilakukan dengan cara sederhana, mulai dari skala rumah tangga.

    "Pada skala mikro yaitu rumah tangga pencegahan banjir dapat dilakukan dengan normalisasi saluran air, memasang pipa resapan hingga membuat sumur resapan dan biopori," kata Yanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Yanto mengatakan, secara prinsip, pencegahan banjir dilakukan dengan cara menjaga agar kemampuan saluran air lebih besar dari aliran air yang melewatinya. "Atau sebaliknya, yaitu membuat air yang mengalir lebih kecil dari kemampuan saluran mengalirkan air," ujarnya.

    Dia juga mengatakan salah satu penyebab banjir yang sering terjadi lantaran mengecilnya saluran akibat pendangkalan atau penyumbatan. Makanya, normalisasi saluran adalah upaya mengembalikan saluran pada kondisi semula.

    Selain itu, kata dia, upaya mengurangi air yang mengalir ke saluran dapat juga dilakukan sebelum air masuk ke saluran. Pada lahan terbuka, bisa dilakukan dengan memasang sumur resapan. 

    "Ini adalah sumur yang dibangun di atas muka air tanah yang dilengkapi dengan saluran pembawa yang mengalirkan air dari lahan terbuka ke dalam sumur," jelasnya.

    Baca: Dosen FKG Unpad Bagikan Tips Obati Sakit Gigi Sendiri Saat Pandemi

    Kendati demikian, kata dia, jika lahan yang tersedia tidak terlalu besar, maka pembuatan biopori bisa menjadi pilihan. Secara prinsip, biopori berupa lubang dalam tanah yang ditanami pipa dan diberi tutup yang dilubangi untuk memasukkan air ke dalam lubang biopori. Selain itu, di dalam biopori dimasukkan daun-daun sebagai pengisi.

    Dia menambahkan, selain mengalirkan air ke tanah, daun-daun pengisi biopori yang lama kelamaan membusuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. "Sebagaiman pipa resapan, biopori juga sebaiknya dibuat dalam jumlah yang cukup banyak," tuturnya.

    Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pemasangan pipa resapan, sumur resapan atau biopori, yaitu kondisi tanah. Cara-cara yang sebelumnya dijabarkan akan efektif jika dibuat pada tanah yang mampu meloloskan air dengan baik, yaitu tanah yang mengandung pasir.

    Sementara itu, dia menambahkan, upaya untuk mencegah banjir perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Sosialisasi mengenai upaya pencegahan banjir harus dilakukan secara masif berkelanjutan guna meningkatkan peran aktif masyarakat.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id