Menko PMK Beberkan Kunci Penguatan Ketahanan Keluarga Saat Pandemi

    Arga sumantri - 27 Oktober 2020 14:01 WIB
    Menko PMK Beberkan Kunci Penguatan Ketahanan Keluarga Saat Pandemi
    Menko PMK Muhadjir Effendy. Tangkapan layar
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyampaikan, proteksi diri adalah metode yang paling efektif dalam memutus rantai penyebaran covid-19. Caranya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan menjadikannya kebiasaan baru. 

    Menurut Muhadjir, kebiasaan baru tersebut juga mestinya diterapkan dalam keluarga. Harus ada dukungan faktor proteksi berupa proses komunikasi yang aktif serta keseimbangan peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga sehingga ketahanan keluarga dapat terjaga.

    "Ada tiga kunci kemajuan utama dalam ketahanan keluarga, yaitu sistem kepercayaan keluarga, pola organisasi, dan proses komunikasi," ujar Muhadjir dalam siaran pers IPB University, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Tin Herawati mengatakan Indonesia perlu belajar dari Thailand dalam menghadapi pandemi. Thailand dianggap sukses sebagai model menghadapi pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

    "Ada beberapa faktor pendukung keberhasilan tersebut, selain kebijakan dan kecepatan tanggap dari pemerintahnya. Faktor kultural yang melekat pada masyarakat di Thailand juga mengambil andil yang besar," ujar Tin Herawati.

    Assit Prof Kaewta Nopmaneejumruslers dari Mahidol University mengatakan, tradisi berbagi serta penciptaan atmosfer yang hangat antar sesama warga Thailand juga membantu untuk saling menguatkan dalam menghadapi situasi pandemi. Ia menyebutkan, ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan dalam keluarga, yaitu mengurangi sumber tekanan, mendukung hubungan yang responsif, serta meningkatkan keterampilan hidup.

    "Cara paling penting untuk membangun ketahanan keluarga adalah melalui hubungan yang responsif antara keluarga (baik anak dan orang tua) dan juga pengasuh harus memiliki keterampilan bagaimana memelihara ketahanan tersebut," ungkap Kaewta.

    Baca: Pakar IPB: Gaya Pengasuhan Otoritatif Paling Ideal Selama Pandemi

    Asami Ota dari University of Niigata Prefecture mengatakan bahwa dalam situasi pandemi ini, masalah kerawanan pangan, gaya hidup yang buruk, serta perasaan terisolasi dari masyarakat merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi status sosisl ekonomi dari anak-anak dan lansia.

    "Sehingga pembangunan hubungan sosial dalam bentuk komunitas merupakan salah satu metode yang dinilai sangat baik untuk mengurangi kelainan kognisi pada lansia hingga kerawanan pangan pada masyarakat dengan status ekonomi yang rendah," jelas Asami.

    Sederet penjelasan ini disampaikan dalam webinar Internasional yang digelar IPB University bertema 'Penguatan Ketahanan Keluarga Saat Covid-19', Senin, 26 Oktober 2020. Kegiatan tahunan tersebut diadakan dalam rangka berbagi pengalaman dan sebagai pembelajaran bersama untuk mencapai ketahanan nasional dengan unsur keluarga sebagai pondasi utamanya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id