Menilik Fenomena Lintas Jurusan

    Arga sumantri - 02 Agustus 2021 20:51 WIB
    Menilik Fenomena Lintas Jurusan
    Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.



    Jakarta: Banyak siswa yang memilih lintas jurusan saat masuk ke perguruan tinggi. Umumnya, fenomena lintas jurusan terjadi pada siswa yang ketika SMA berada di rumpun IPA, namun memilih rumpun IPS ketika memilih jurusan perkuliahan.

    Secara umum, ada lebih banyak jurusan pada rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum) yang terbuka untuk anak IPA ketimbang jurusan Sains dan Teknologi (Saintek) yang menerima calon mahasiswa dari IPS. Dengan kata lain, peluang anak IPA masuk jurusan IPS pada umumnya lebih besar karena hampir semua jurusan IPS, seperti Ilmu Ekonomi, Akuntansi, bahkan Sastra, menerima calon mahasiswa lintas jurusan dari IPA.

     



    Meskipun banyak universitas yang memperbolehkan lintas jurusan, jurusan-jurusan Saintek tertentu, seperti  Kedokteran atau Kedokteran Gigi, tak bisa ditembus anak IPS. Tanpa lintas jurusan, mereka yang berada di jurusan IPS bisa masuk fakultas apa saja? Biasanya anak IPS terbatas dengan pilihan jurusan-jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), atau Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

    Baca: Wawancara Online Beasiswa, Jangan Lupa Perhatikan 'Dress Code'

    Kelompok Ujian IPC, Pilihan Lintas Jurusan Walaupun dengan Usaha Ekstra

    Saat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), kelompok ujian Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC) memang menjadi pilihan bagi mereka yang berniat lintas jurusan di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Meskipun sama-sama diperbolehkan mengikuti kelompok ujian IPC di UTBK, biasanya jumlah anak IPS masih kalah telak jika dibandingkan dengan anak IPA.

    Alhasil, pilihan jurusan kuliah yang sudah terbatas bagi anak IPS pun harus diperebutkan dengan anak IPA yang lintas jurusan. Di sisi lain, bukan berarti anak IPA yang memilih kelompok ujian IPC serta-merta memiliki peluang lulus UTBK yang lebih besar. 

    Perlu diingat, kelompok ujian IPC beberapa kali mengalami perubahan ketentuan, bahkan saat jadwal UTBK sudah dekat. Padahal, belajar materi IPC itu tak bisa dilakukan dalam hitungan hari. 

    Saat yang lain fokus belajar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Saintek atau TKA Soshum, mereka yang lintas jurusan di SBMPTN harus belajar materi TKA Saintek dan TKA Soshum sekaligus. Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, dan Sejarah semua harus dipelajari dan dikuasai. Bukan usaha yang mudah, baik untuk anak IPA maupun anak IPS.

    Saintek dan Soshum, Ranah Jurusan Kuliah yang Berbeda

    Terlepas dari stereotip tentang anak IPA dan anak IPS yang selama ini tumbuh subur, perbedaan ranah Saintek dan Soshum bukan sesuatu yang dapat ditampik. Selama sekolah, anak IPA memang disiapkan untuk kuliah di jurusan-jurusan Saintek melalui pelajaran-pelajaran IPA seperti Kimia, Fisika, dan Biologi. Begitu pula dengan anak IPS yang belajar Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi. 

    Perbedaan jurusan IPA dan IPS selama sekolah, terutama dalam kerangka pemikirannya, kemudian berlanjut hingga di perguruan tinggi. Bahkan, latar belakang pengetahuan yang terbangun selama sekolah harapannya dapat terus berkembang selama kuliah.

    Baca: Tahun Ajaran Baru: Saatnya Menemukan Passion Baru!

    Makanya, selama dimungkinkan, sebaiknya lintas jurusan dihindari. Meskipun, masih ada universitas yang memperbolehkan lintas jurusan seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), ataupun Universitas Diponegoro (Undip). 

    Mengapa lintas jurusan perlu dipertimbangkan berkali-kali? Bukan hanya karena meningkatnya keketatan persaingan masuk ataupun usaha ekstra untuk mengikuti UTBK IPC, namun ketentuan lintas jurusan pun terus berubah-ubah belakangan ini. 

    Jika demikian, bukankah waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk menyiapkan UTBK IPC bisa digunakan untuk memperdalam materi TKA Saintek atau TKA Soshum? Bukankah semakin baik penguasaan materi IPA atau IPS berarti semakin besar peluang lulus seleksi, baik melalui SNMPTN maupun SBMPTN?

    Itulah sebabnya penting untuk mengetahui pilihan jurusan kuliah yang tepat sedini mungkin. Bahkan bila perlu, pemilihan jurusan IPA dan IPS dapat dilakukan sebelum masuk SMA. Banyak tes penjurusan yang mudah diakses saat ini, salah satunya Tes Penjurusan yang mengacu pada enam tipe kepribadian RIASEC. Hasil tes penjurusan seperti ini dapat digunakan sebagai sumber rekomendasi, baik dalam menentukan jurusan kuliah maupun sekolah yang paling tepat.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id