comscore

Kiat Mengedukasi Anak agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Antara - 28 Juni 2022 18:30 WIB
Kiat Mengedukasi Anak agar Terhindar dari Pelecehan Seksual
Ilustrasi/MI
Jakarta:  Psikolog keluarga dan anak dari Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), Anna Surti Ariani membagikan kiat- kiat praktis untuk memberikan edukasi pada buah hati untuk menghindari potensi terjadinya pelecehan seksual.  Kiat ini disampaikan Anna merespons maraknya pelecehan seksual pada anak belakangan ini.

"Pendidikan seksual pada anak memang harus dimulai dari usia dini. Dimulai dari usia 0-2 tahun. Kita sebagai orang tua harus menyampaikan dengan benar anggota-anggota tubuh anak sesuai dengan nama aslinya dan tidak memakai nama-nama kiasan," kata Anna dalam acara daring, Selasa, 28 Juni 2022.
Dengan memberitahu nama asli dari anggota tubuh, anak nantinya dapat dengan mudah memberikan laporan kepada orang tua jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Setelah memasuki usia di atas dua tahun, ajarkan anak untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri dimulai dari hal sederhana membiasakan anak mengganti baju di tempat yang tertutup.

"Ini sering terjadi nih di tempat liburan, misalnya lagi di pantai terus mau mandi. Anaknya disuruh buka baju di tempat umum, terus akhirnya dilihat semua orang saat mandi. Ini bisa membuat anak tidak biasa untuk menghargai tubuhnya. Jadi ajari anak untuk menghargai tubuhnya dan salah satu caranya membiasakan diri ganti baju di tempat tertutup," ujar Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jakarta itu.

Selain itu, anak juga wajib diajarkan mengenai pemahaman pelecehan seksual dan sentuhan yang baik dan buruk. Berikan pemahaman kepada anak bahwa hanya orang tua atau pengasuh yang boleh memegang atau menyentuhnya itu pun hanya dalam kondisi pengasuh sedang meladeni anak.

"Ajarkan anak juga untuk berani memberitahukan hal-hal yang tidak nyaman kepada orang tuanya. Orang tua pun harus membiasakan diri menerima laporan anaknya dan harus bisa menyamankan bagi anaknya," katanya.

Untuk membiasakan edukasi dan komunikasi terkait seksualitas, orang tua bisa menggunakan metode Role Play atau bermain peran sehingga anak mengerti dengan lebih mudah mengambil keputusan jika ada kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan.

Misalnya orang tua bisa mengajak anak berperan jika tiba-tiba ada orang asing di tempat umum yang memegang badan anak maka anak harus melaporkan ke orang tua atau segera mencari pertolongan ke orang lain.  Dengan demikian, anak bisa lebih memiliki proteksi diri dan mempunyai bekal untuk terhindar dari pelecehan seksual.

Baca juga: Lecehkan Bocah di Bawah Umur di Depan Warung, Pelaku Mengaku Khilaf

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id