Pakar UGM Ingatkan Bahaya Toxic Relationship di Kalangan Remaja

    Citra Larasati - 01 April 2021 09:14 WIB
    Pakar UGM Ingatkan Bahaya <i>Toxic Relationship</i> di Kalangan Remaja
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Anak usia remaja tidak jarang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau dikenal dengan istilah toxic relationship, baik dengan sahabat, pacar, saudara, maupun orang tua dan lingkungannya.  Hubungan yang bermasalah ini perlu diwaspadai dan ditangani karena bisa menguras waktu dan pikiran. 

    Bahkan bukan tidak mungkin akan berpengaruh buruk bagi kesehatan, baik fisik atau mental, serta memengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial remaja.

     



    “Akibatnya bisa cemas, stres, insecure, beberapa mengalami trauma. Kalau tidak muncul cemas dan stres bisa kesehatan mental dan pikirannya terganggu, tidak bisa konsentrasi belajar, dan ada gangguan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Ketua Departemen Perilaku, Kesehatan Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, Msi., PhD, Kamis, 1 April 2021.

    Yayi menjelaskan, sejumlah ciri perilaku toxic, di antaranya terus mengkritik, menghindari hubungan emosional dengan orang lain, serta menyembunyikan masalah.  Di dalam pola hubungan yang toxic, biasanya terdapat komunikasi yang kurang baik-baik, dan pihak yang berada dalam hubungan tersebut tidak menjadi diri sendiri dan bahkan bisa merasa tertekan.

    Karena itu, jelasnya, terdapat tujuh tanda yang perlu diwaspadai dalam suatu pola hubungan. Tanda tersebut meliputi komentar berbasis gender, komentar negatif terhadap penampilan atau pemahaman, agresi verbal, pembatasan bergaul, serta sikap protektif yang berlebihan.

    Baca juga:  Tips Agar Mulus Menempuh Jenjang Pascasarjana

    Tanda lainnya adalah komentar, kritik, atau candaan terhadap teman atau pasangan di depan publik, serta ancaman jika memutuskan pertemanan atau relasi pacaran.  “Ini adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai, yang bisa mengarah kepada perilaku toxic,” paparnya.

    Dosen FK-KMK, Fitrina M. Kusumaningrum, SKM., MPH, menambahkan, sejumlah upaya pencegahan dapat dilakukan, terutama dalam relasi pacaran di kalangan remaja.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id