Salah Jurusan Saat S1? Ini Tips Ganti Pilihan Studi di S2

    Ilham Pratama Putra - 30 Mei 2020 16:00 WIB
    Salah Jurusan Saat S1? Ini Tips Ganti Pilihan Studi di S2
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Sebagian orang mengalami perubahan minat setelah lulus sarjana dan terjun ke dunia kerja. Saat itu, istilah salah jurusan ketika mengenyam pendidikan tinggi di jenjang strata 1 pun menjadi tak asing lagi.

    Kemudian, guna menunjang karier, tidak sedikit dari kita yang memilih untuk kembali ke bangku kuliah dan melanjutkan kuliah di jenjang S2.  Namun sering kali, jurusan yang akan diambil menyesuaikan dengan kebutuhan karier, yang ternyata tidak selaras dengan jurusan yang diambil saat sarjana.

    Melansir laman ehef.id, berikut tips ketika kamu ingin mengubah fokus pendidikan saat di S2 agar sesuai dengan passion saat di dunia kerja.

    Sebelum merencanakan untuk kembali kuliah, sebaiknya kamu lebih dulu melakukan riset mandiri.  Kamu harus mengklasifikasi kembali pekerjaan yang kamu lakukan di perusahaanmu sekarang ataupun perusahaan tujuan.

    Baca juga:  Tips Memilih Sekolah yang Bisa Optimalkan Potensi Anak

    Kamu harus melihat detail posisi pekerjaan yang tengah kamu incar di website perusahaan atau sumber informasi lainnya. Dari penjelasan itu, kamu bisa  membuat daftar skills atau kompetensi yang harus kamu punyai untuk bisa menjadi kandidat yang kuat untuk menduduki posisi yang kamu inginkan.  Hal itu juga mendukung kamu untuk menentukan universitas mana dan program studi apa yang akan didaftar.

    Memilih Wirausaha

    Lain lagi kalau kamu ingin menjadi wirausahawan dan ingin membangun perusahaan sendiri.  Kamu mungkin ingin melanjutkan studi dengan jurusan Master of Business Administration (MBA) karena ingin memiliki pendidikan lebih luas di bidang bisnis sekaligus memperluas koneksi.

    Untuk mempersiapkan hal itu, kamu bisa bertanya dengan wirausahawan lain yang sudah sukses. Di luar itu, banyak jurusan yang memperbolehkan latar belakang pendidikan yang berbeda untuk masuk di fakultas jenjang post-graduate. Asalkan latar belakang pendidikannya masih relevan dengan ilmu pendidikan pilihanmu.

    Untuk mencari tahu hal ini, kamu bisa menghubungi mahasiswa ambassador program tersebut yang tugasnya membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa prospektif. Tanyakan kepada mereka semua pertanyaanmu yang mungkin tidak dicantumkan di website pendaftaran program tersebut.

    Menyiapkan Dokumen 

    Tips selanjutnya adalah Mempersiapkan dokumen. Proses persiapan dokumen sebaiknya dilakukan sedini mungkin, agar kamu mempunyai waktu yang cukup untuk melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan, sehingga tidak ada yang tertinggal.

    Biasanya, dokumen yang diminta kurang lebih sama. Misalnya, surat motivasi, surat rekomendasi, sertifikat kompetensi bahasa, dan rapor nilai di pendidikan terakhir beserta diplomanya.

    Dalam surat motivasi, kamu sebaiknya jujur tentang keputusanmu untuk mengubah bidang yang berbeda dari pendidikanmu sebelumnya. Cerita ini bisa membuat karakter di dalam suratmu kuat dan otentik, sehingga menarik untuk dibaca.

    Kaitkan juga pengalaman atau aktivitasmu dengan pendidikan yang akan kamu ambil. Dengan ini, pembaca akan melihat kamu telah mengambil tindakan yang serius untuk memperdalam topik tersebut sebelum memilih untuk tekun dalam bidangmu yang baru.

    Supaya proses pendaftaran kuliahmu lancar, kamu juga sepatutnya terbuka dengan atasan tempat kamu bekerja. Komunkasi ini diperlukan agar atasanmu mengerti kamu ingin naik kelas ke jenjang profesional dan mendukung pekerjaan ke depan.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id