Pakar IPB: Gaya Pengasuhan Otoritatif Paling Ideal Selama Pandemi

    Antara - 27 Oktober 2020 10:05 WIB
    Pakar IPB: Gaya Pengasuhan Otoritatif Paling Ideal Selama Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru
    Jakarta: Kepala Divisi Perkembangan Anak Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB) University Dwi Hastuti mengatakan gaya pengasuhan anak otoritatif merupakan yang paling ideal selama pandemi virus korona (covid-19). Gaya ini umumnya dipraktikkan di Indonesia.

    "Gaya tersebut paling ideal karena menyeimbangkan antara kasih sayang, ekspresi emosi positif orang tua dengan tuntutan disiplin dari orang," kata Dwi melalui siaran pers IPB University, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Dwi mengatakan pengasuhan otoritatif sebaiknya dipraktikkan saat anak usia balita, usia sekolah, hingga remaja. Orang tua harus konsisten memberikan kasih sayang, perhatian, penjelasan, komunikasi positif, dan tuntutan peraturan yang jelas pada anak.

    Ia mengatakan, peraturan yang diterapkan pada anak akan lebih efektif bila telah disepakati bersama seluruh anggota keluarga. Sebaliknya, akan menjadi tidak efektif jika aturan hanya bersumber sepihak dari orang tua.

    "Pada masa-masa sulit semasa pandemi, orang tua harus sangat sensitif karena studi menunjukkan anak juga mengalami stres, sedih, takut, dan tidak bahagia," tuturnya.

    Dwi mengatakan gaya pengasuhan otoritatif dapat berubah bila terjadi perubahan struktur keluarga. Misalnya, menjadi orang tua tunggal, kemiskinan atau kehilangan pekerjaan dan pendapatan, daya dukung lingkungan yang kurang seperti ketiadaan pengasuh pengganti, pasangan yang sibuk, atau bekerja di tempat yang jauh.

    Baca: Tips Menjaga Kesehatan Mata Selama Belajar Daring

    Pada beberapa kondisi, terjadi gaya pengasuhan yang permisif, yaitu tidak ada tuntutan pendisiplinan dari orang tua tetapi semua kebutuhan anak terpenuhi. Yang paling buruk adalah ketika orang tua abai terhadap anak, membiarkan anak tanpa aturan, miskin kasih sayang, bahkan memberikan kekerasan verbal maupun fisik kepada anak.

    "Penting bagi calon orang tua agar agar mampu mempersiapkan rumah tangga baik dari aspek ekonomi hingga matang secara emosi dan rohani sehingga tidak membuat anak hidup pada situasi yang negatif atau menjadi bibit permasalahan psikis pada anak di kemudian hari," terangnya.

    Menurut Dwi, lingkungan keluarga yang kondusif, penuh kehangatan, rasa saling menghormati, dan saling percaya antara pasangan suami istri juga merupakan kunci kebahagiaan keluarga yang dibutuhkan anak. Dwi mengatakan gaya pengasuhan anak merupakan kunci kepribadian anak. Pada masa pandemi, orang tua perlu memberikan dorongan semangat, perhatian, dan kasih sayang agar kesulitan yang dihadapi dapat dilewati bersama.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id