comscore

Masih Sering Keliru, Pakar IPB Beberkan Perbedaan Domba dan Kambing

Citra Larasati - 06 Juli 2022 16:20 WIB
Masih Sering Keliru, Pakar IPB Beberkan Perbedaan Domba dan Kambing
Lapak hewan kurban musiman di Jl KM Sukri Jepara. Medcom.id/ Rhobi Shani.
Jakarta:  Meski sudah banyak yang tahun bahwa domba dan kambing merupakan dua hewan yang berbeda, namun ternyata masih ada sebagian masyarakat lain yang masih keliru membedakan keduanya.  Contohnya pada masa Iduladha, masyarakat masih sering menyebut akan menyembelih kambing, padahal yang akan disembelih adalah domba.

Media massa juga kadang masih keliru memilih foto antara domba dan kambing dalam suatu berita. Sering ditemui juga bahwa restoran yang menyediakan sate kambing ternyata dari daging domba.

Bahkan hampir dipastikan bahwa hampir semua restoran sate tersebut menggunakan daging domba.  Dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Baihaqi  mengatakan, terdapat dua hoaks yang masih beredar di masyarakat.

Pertama adalah perbedaan domba dan kambing yang sering keliru dan anggapan daging kambing dan domba berkolesterol tinggi.  “Padahal di negara barat seperti Eropa dan Amerika, daging kambing disebut sebagai ‘the healthiest red meat’. Kandungan kolesterolnya jauh lebih rendah dibandingkan jenis daging lainnya seperti sapi dan ayam, namun proteinnya tinggi,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, kandungan asam lemaknya jauh lebih rendah dan kadar proteinnya masih tinggi. Daging domba dan kambing juga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh dibanding protein nabati. Bahkan, di rumah sakit luar negeri disarankan diet bagi penderita jantung untuk mengkonsumsi daging kambing.

Protein dari daging kambing dan domba dapat diserap oleh tubuh hingga 90 persen.  “Keunggulan lainnya adalah kandungan antioksidan yang jarang diungkap oleh para dokter, yang justru menyarankan untuk menjauhi konsumsi daging kambing. Daging kambing memiliki kandungan bioaktif dan asam amino esensial yang baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh,” tambahnya.

Menurutnya, munculnya opini bahwa daging tinggi kolesterol sebenarnya diakibatkan dari pola masak yang kurang tepat. Pengolahan daging kambing biasanya diolah dengan tinggi lemak dan jeroan daripada porsi daging utuhnya. Selama porsinya sesuai dan pengolahannya tepat, daging kambing memang sehat bagi tubuh.

Baihaqi membeberkan perbedaan mendasar antara kambing dan domba adalah dari sisi genetiknya. Kambing dan domba memiliki jumlah kromosom yang berbeda. Kambing memiliki jumlah kromosom 60, sedangkan domba 54. keduanya merupakan spesies yang berbeda sehingga sampai saat ini keduanya tidak dapat dikawinkan,” jelasnya.

Dari sisi morfologi yang mudah dikenali, lanjutnya, kambing berjenggot sedangkan domba tidak. Ekor kambing mengarah ke atas, sedangkan domba ke bawah. Dari bentuk dan ukuran tanduk juga berbeda.

Umumnya tanduk domba lebih tebal dan menggulung ke dalam. Bibir domba bercelah sehingga dapat membantu saat merumput, sedangkan kambing tidak bercelah. Tidak semua domba juga memiliki jenis wool keriting, ada kambing yang juga memiliki jenis wool keriting.

“Kambing biasa memakan daun dengan memanjat pohon, sedangkan perilaku makan domba adalah grazing atau merumput. Perbedaan perilaku lainnya adalah cara berkelahi kambing berdiri atau adu kaki, sedangkan domba berkelahi dengan adu kepala,” imbuhnya.

Sementara itu, katanya, susu kambing memiliki struktur lemak lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna daripada susu sapi dan domba. Sehingga susu kambing sangat baik bagi penderita penyakit paru-paru. Di dalam susunya juga memiliki zat aktif lebih tinggi daripada domba dan sapi. 

Baca juga:  Rektor IPB Bawa 70 Peneliti Indonesia ke Jerman Hadiri Pertemuan Ilmiah CRC990 EFForTS(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id