comscore

Pantau Sesak Napas Melalui Dua Hal Ini

Arga sumantri - 27 Agustus 2021 17:00 WIB
Pantau Sesak Napas Melalui Dua Hal Ini
Ilustrasi. Foto: Pexels

Sign

Alfian menjelaskan, keluhan sesak napas secara sign dapat dilihat dan ditunjukkan adanya kelainan sign secara objektif. Salah satu hal yang menarik adalah pada pasien covid-19 dapat terjadi happy hypoxia, yaitu suatu kondisi pasien tidak mengeluhkan sesak (tanpa symptom) namun sign atau tanda-tanda sesak didapatkan secara nyata pada pasien tersebut. 

"Bisa jadi pasien tidak mengatakan sesak, tapi dia mengalami hipoksia atau turunnya kadar oksigen di bawah 95 persen. Itu sudah dapat dikatakan sebagai kondisi sesak napas," jelas dokter paru RS UNAIR itu.
Sign atau tanda dalam sesak napas juga dapat dilihat dari frekuensi pernapasan. Normalnya, kata dia, seseorang bernapas dengan frekuensi antara 10 sampai 20 kali setiap menit, maka ketika sesak akan mengalami peningkatan.

Baca: Akademisi IPB Bagikan Tips agar Tak Terpapar Hoaks

Terkait adanya peningkatan dalam frekuensi pernapasan, dr. Alfian menyebut hal itu sebagai takipnea. Sebagai tanda sesak secara sederhana, takipnea berarti peningkatan frekuensi napas di atas 20 kali per menit.

Tanda lainnya, yakni dilihat dari kecepatan pergerakan dinding dada. Kita juga bisa melihat tanda sesak napas yang berat dari adanya napas paradoksikal (pernapasan paradoks perut dan dada), retraksi (tarikan otot dinding dada), dan pada bayi didapati pernapasan cuping hidung.

Tanda objektif lain pada sesak napas yakni penurunan kadar oksigen di dalam darah. Secara sederhana, penurunan kadar oksigen dapat terpantau pada alat saturasi oksigen. "Pasien yang mengalami sesak napas, akan didapatkan saturasi oksigennya turun dibawah 95 persen," tegas Alfian.

Apabila seseorang mengalami keluhan sesak napas (symptom), maka disarankan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik (sign) dan dipastikan derajat sesak napasnya. Pada kondisi sesak napas yang berat, dibutuhkan oksigen tambahan untuk mencapai target saturasi oksigen diatas 95 persen.

"Pasien yang mengalami sesak napas, disertai peningkatan frekuensi napas diatas 20 kali per menit dan saturasi dibawah 95 persen, harus segera diberikan suplementasi oksigen," jelasnya.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

(AGA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id