comscore

Kurikulum Biologi di SMA Harus Akomodasi Materi Keterampilan Abad 21

Citra Larasati - 21 April 2022 08:00 WIB
Kurikulum Biologi di SMA Harus Akomodasi Materi Keterampilan Abad 21
Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Panca Syurkani
Jakarta:  Kurikulum Biologi di SMA/MA harus mengakomodasi materi dan kegiatan pembelajaran yang mampu membekali dan melatih keterampilan abad ke-21.  Antara lain keterampilan berpikir kritis dan kreatif, sikap ilmiah, dan nilai-nilai afektif lainnya yang relevan. 

“Guru biologi juga harus siap dan mampu merancang kegiatan pembelajaran yang potensial mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada para siswa-siswanya,” kata Guru Besar Bidang Strategi Pembelajaran Biologi Prof. Dr. Paidi di UNY, dikutip dari laman UNY, Kamis 21 April 2022.
Ke depannya, Biologi juga perlu berintegrasi dengan pengetahuan/disiplin ilmu lain, seperti teknik, ilmu komputer, fisika, kimia dan matematika untuk memberikan kontribusi dalam pemecahan masalah  sosial, lingkungan, energi, kesehatan, dan masalah global lainnya. Lingkungan pembelajaran pada abad 21 sangat berbeda dibandingkan suasa era industri.

Abad 21 sangat kental dengan teknologi digital. Siswa era mileneal cenderung memilikli literasi digital lebih baik. merupakan social  networker,  sangat senang bekerja secara individu maupun berkolaborasi dengan siswa lainnya.

Menurut Doktor Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang tersebut pembelajaran biologi ideal sebelum era pandemi covid-19 bercirikan pembelajaran biologi tatap muka (luring) menggunakan objek dan persoalan biologi nyata (model/setting idealis). Penggunaan ICT hanya dalam konteks dan kondisi khusus, sebagai media/bahan belajar.

Unsur context, content, dan contoh nyata pada pembelajaran ideal-konvensional ini dipandang sangat mendesak untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan afektif siswa. Sementara pembelajaran biologi ala pandemi covid-19 bercirikan pembelajaran biologi tatap maya (daring, online), menggunakan media dan bahan belajar yang semuanya tidak nyata, yang tersedia di dunia maya (model/setting pragmatis).

Kepraktisan, fleksibilitas, efisiensi waktu, dan beberapa aspek fisibilitas yang dijanjikan dalam pembelajaran daring dapat dipadukan dengan pembelajaran luring memunculkan konteks alamiah dan aktivitas fisik.  Pria kelahiran 4 April 1967 itu menyimpulkan, model atau moda pembelajaran yang dipandang sesuai untuk pembelajaran biologi di SMA atau perguruan tinggi pada pasca-pandemi covid-19, adalah menggunakan moda blended learning (kombinasi moda luring dan daring).

Berisi kegiatan hands-on dan minds-on, menggunakan objek/persoalan nyata dan/atau tiruan/model untuk kondisi/pertimbangan tertentu yang mengarah pada pengembangan scientific literacy, skills, dan attitude. “Moda luring penting untuk membangun interaksi siswa dengan objek/persoalan nyata, dalam bentuk hands-on activities agar memperoleh content, context, dan contoh langsung/kontekstual tentang biologi Moda daring yang telah dirasakan kepraktisan dan fleksibilitasnya” kata Paidi.

Baca juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Anak, Kemendikbudristek Benahi Iklim Lingkungan Belajar

Moda luring penting untuk memperkuat pola pikir dengan minds on activites, yang ditunjang dengan media, bahan, dan sumber belajar berbasis ICT, secara lebih praktis dan fleksibel. Sentuhan setting kerja individual, kelompok, dan klasikal diperlukan dalam model atau moda tersebut, untuk memastikan ada kegiatan belajar dalam membangun kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan lain yang terkait. 

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id