BRIN: Produk Riset Harus Miliki Nilai Tambah

    Ilham Pratama Putra - 17 Juni 2021 14:29 WIB
    BRIN: Produk Riset Harus Miliki Nilai Tambah
    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Tangkapan layar.



    Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan jika satu produk riset harus memiliki nilai tambah. Keberadaan nilai tambah ini menjadi kunci keberhasilan inovasi.

    "Barangnya harus bisa punya nilai tambah. Inovasi ini, kita mencari nilai tambah," sebut Handoko dalam Webinar Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Kamis, 17 Juni 2021.

     



    Jika sebuah produk hasil inovasi tidak dilakukan pengembangan, maka nilai ekonomis produk tersebut tidak akan bertambah. "Kalau tidak naik kita akan ada di situ-situ saja," terangnya.

    Baca: Pemda Didorong Bentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah

    Menurut dia, meningkatkan nilai tambah sebuah produk hasil inovasi juga dapat memberikan suntikan kepada ekonomi. Misalnya, pengembangan produk beras menjadi tepung.

    "Kalau beras jadi tepung dan jadi produk turunan lain kan ada peningkatan nilai. Dan itu akan menambah dampak ekonomi," ungkapnya.

    Handokko mengatakan, intervensi teknologi dan ilmu pengetahuan amat dibutuhkan dalam pengembangan sebuah produk riset. Dia berharap banyak peneliti yang melakukan kajian pengembangan produk.

    "Dengan kajian ilmiah tentu dapat dipertanggungjawabkan hasil inovasinya dan dijamin keberlanjutannya," tutur Handoko.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id