Pendaftaran Program Bantuan Dana Riset IRN Dibuka

    Antara - 28 Juni 2020 18:10 WIB
    Pendaftaran Program Bantuan Dana Riset IRN Dibuka
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun akademik 2020/2021 kembali dibuka bagi mahasiswa S1 tingkat akhir semua jurusan yang ingin memperoleh bantuan dana riset. Program IRN tahun ini mengangkat tema "Milenial dan Penelitian Pangan Era Kenormalan Baru Menuju Indonesia Maju".

    "Kami terus berupaya mendukung agar mahasiswa S1 dapat menyelesaikan riset atau tugas akhirnya sebagai syarat kelulusan. Tetapi kami percaya, mahasiswa sebagai generasi milenial yang tanggap teknologi akan mampu beradaptasi dan melakukan berbagai penyesuaian di era kenormalan baru," ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Axton Salim.

    Selain memberikan bantuan dana riset, mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari Dewan Pakar IRN. Sehingga dengan perpaduan kreativitas milenial dan bimbingan dari para pakar, memungkinkan semakin banyak riset yang aplikatif, mudah dan menjadi solusi bagi masyarakat seperti untuk mengatasi pandemi covid-19.

    Axton menjelaskan, program IRN terus mendorong penelitian pangan berbasis pada kearifan lokal yang dimiliki Indonesia.

    "Pangan lokal Indonesia sangat beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Di sinilah diperlukan inovasi-inovasi dari berbagai sisi baik teknologi, nilai gizi, pengembangan sistem, kreativitas kemasan, marketing hingga sistem distribusinya. Pada akhirnya riset pangan yang unggul dapat mendukung kemandirian pangan nasional," terang Axton.

    Baca juga:  Legislator Sesalkan Anggaran Riset Vaksin Covid-19 Dipangkas

    Pakar ekonomi pertanian dari Universitas Negeri Lampung, Bustanul Arifin mendorong generasi muda melakukan riset pangan untuk membantu mengatasi dampak pandemi covid-19.

    "Penelitian di bidang pangan sangat dibutuhkan pada saat ini, terutama dalam mengatasi dampak pandemi ini. Penelitian di bidang pangan apapun itu silakan kirim ke Indofood Riset Nugraha (IRN)," ujar Bustanul.

    Ia menyebutkan, pilihan penelitian di antaranya bidang ekonomi pangan, ketahanan pangan dan gizi, covid-19 dan rantai nilai, sistem produksi pangan, panen maupun pascapanen, hingga digitalisasi pangan.  Dia menjelaskan, FAO dan IFPRI sudah memperingatkan akan adanya krisis pangan yang terjadi, bukan karena lonjakan harga pangan, tetapi karena ekonomi anjlok dan daya beli terganggu.

    Program IRN diperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhirnya dan berasal dari berbagai jurusan. Objek penelitiannya mulai sumber daya pangan lokal baik berasal dari darat maupun laut, aneka pangan sumber karbohidrat (seperti serelia jagung, sorgum, gandum, aneka umbi, dan lainnya), kelapa dan kelapa sawit, rempah-rempah, hasil ternak, hasil laut, dan perikanan, serta produk pangan lokal unggul lainnya.

    Adapun bidang penelitiannya meliputi bidang produksi (agro teknologi), teknologi (pascapanen dan pengolahan), kesehatan dan gizi masyarakat, serta bidang sosial ekonomi dan budaya.

    Untuk mendapatkan dana penelitian, mahasiswa perlu mendaftarkan proposal penelitiannya melalui laman www.indofoodrisetnugraha.com atau mengirimkan email ke indofoodrisetnugraha@indofood.co.id mulai 27 Juni hingga 30 Juli 2020. Syarat lainnya adalah jangka waktu penelitian paling lama satu tahun.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id