Bersama UCL, ITS Kembangkan Riset untuk Atasi Permasalahan Maritim

    Arga sumantri - 04 Mei 2021 14:37 WIB
    Bersama UCL, ITS Kembangkan Riset untuk Atasi Permasalahan Maritim
    Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati. Dok Humas ITS.



    Surabaya: Selama pandemi covid-19, bidang kemaritiman sebagai salah satu sektor utama pembangunan ekonomi Indonesia juga terkena pembatasan aktivitas yang besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama dengan University College London (UCL) mengembangkan riset terkait pengoptimalan aktivitas kemaritiman.

    Pembatasan aktivitas dan jumlah penumpang kapal dimaksudkan untuk mencegah penyebaran covid-19 semakin meluas. Bagi para nelayan, berkurangnya kru kapal akan mengurangi jumlah tangkapan ikan, sehingga nilai jual ikan dan pendapatan para nelayan terus menurun. 






    Sementara itu, perusahaan kapal juga kesulitan mengembangkan bisnisnya karena jumlah penumpang kapal yang berkurang lebih dari setengahnya.

    Proyek riset ini dimulai sejak Maret 2021, bertajuk 'Ensuring the Safety of Indonesian Seafarers and Fishers in the Time of Covid-19 and Beyond'. Riset ini mendapat dukungan penuh dari PT Orela Shipyard, Kementerian Perhubungan, Newton Funding, dan beberapa perusahaan pelayaran di Indonesia.

    Anggota tim riset terdiri dari Prof Giles Thomas dari UCL, beberapa sivitas akademika ITS seperti I Ketut Aria Pria Utama, Dony Setiawan, dan Soegeng Riyadi, serta Wolter Roberth Hetharia dari Universitas Pattimura. Ada juga dua mahasiswi Departemen Teknik Perkapalan ITS yaitu Dita Adhelia dan Afifah Rofidayanti yang tergabung sebagai asisten.

    Baca: Masker Kain dengan Filter Berbahan Dasar Tempurung Siwalan

    Riset direncanakan berlangsung selama dua tahun hingga Februari 2023. Proyek ini memiliki target keluaran untuk mengembangkan panduan operasi kapal komersial dan kapal penangkap ikan yang aman dan ekonomis. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta mengembangkan teknik pemantauan jarak jauh yang baru dengan menggunakan sensor, machine learning, dan algoritma. 

    "Bisa memantau hal-hal dasar seperti penggunaan bahan bakar, lokasi, dan masih banyak lagi," papar Giles Thomas mengutip siaran pers ITS, Selasa, 4 Mei 2021.

    Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati berharap proyek ini bisa berjalan lancar dan dapat mencapai semua tujuannya. 

    "Proyek yang dikerjakan bersama pihak internasional ini nantinya juga diharapkan mampu mengantarkan ITS menjadi world-class university," ungkap Bambang.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id