Tiru Inggris, Indonesia Bentuk Tim Genomic Surveillance

    Ilham Pratama Putra - 07 Januari 2021 16:20 WIB
    Tiru Inggris, Indonesia Bentuk Tim <i>Genomic Surveillance</i>
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Inggris telah berhasil menemukan varian baru dari mutasi covid-19. Temuan varian virus baru di Inggris itu muncul berkat kemampuan Inggris dalam proses pengurutan keseluruhan genom atau whole genome sequencing (WGS).

    Whole Genome Sequencing adalah proses pengurutan DNA lengkap dari suatu genom organisme pada satu waktu.  Dalam proses whole genome sequencing tersebut dibutuhkan keberadaan tim genomics surveillance. Kemampuan tim genomics surveillance Inggris inilah yang membuat negara itu dengan cepat mendeteksi mutasi virus korona.

    Tak mau ketinggalan dalam mendeteksi virus dan mutasinya, Indonesia juga akan membangun tim genomics surveillance. Tim ini bakal dibuat oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    "Jadi saya dengan Pak Menkes (Budi Gunadi) sudah sepakat akan membentuk namanya tim genomics surveillance. Itu di dalam upaya kita memahami mengenai virus covid-19 termasuk mutasi yang mungkin terjadi," kata Menristek/Ka BRIN, Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers virtual penyerahan GeNose, Kamis, 7 Januari 2021.

    Tim inilah yang akan melakukan proses whole genome sequencing tersebut. Tim ini sekaligus akan melihat karakter virus yang ada di Indonesia.

    Baca juga:  Epidemiolog UGM: PSBB Ketat Tetap Perlu Diiringi 3M

    Namun, meski saat ini virus varian baru itu belum masuk ke Indonesia. Namun bukan berarti ancaman varian baru itu tidak berpotensi terjadi di Indonesia.

    "Mengingat sampai hari ini data untuk virus sejenis flu itu baru masuk 115. Sementara kalau kita bandingkan dengan singapura yang penduduknya lima juta mereka sudah melakukan whole genome sequencing sebanyak seribu, dan mereka sudah menemukan satu individu yang terdampak virus dari Inggris itu," jelasnya.

    Dia menyampaikan, tim tersebut akan dibentuk dengan cepat. Tugasnya yang pertama ialah memperbanyak proses whole genome sequencing.

    "Dan kedua kita akan melakukan analisa spesifik untuk genomic ini. Maksudnya akan dilakukan analisa, misalkan ada orang yang ternyata punya record datang dari Inggris atau datang dari negara yang ada mutasi dari Inggris tersebut, akan dilakukan langsung deteksi tepat untuk tahu apakah mutasi ada apa belum di Indonesia," tutupnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id