ITB Kembangkan Alat Disinfeksi APD untuk Tenaga Medis

    Antara - 12 Mei 2020 16:07 WIB
    ITB Kembangkan Alat Disinfeksi APD untuk Tenaga Medis
    Alat disinfeksi APD yang dikembangkan ITB. Foto: Dok Humas ITB
    Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat untuk disinfeksi alat pelindung diri (APD) pakai ulang dan pretreatment APD sekali pakai. Ini bisa digunakan agar tenaga medis terlindung dari paparan virus korona (covid-19).

    Ketua Tim Peneliti Sri Harjati Suhardi mengatakan saat ini banyak dilaporkan berbagai kasus tenaga medis dan dokter terinfeksi covid-19 saat bertugas, meskipun telah dilengkapi APD yang sesuai dan juga prosedur pemakaian yang baik. Tim peneliti menduga situasi ini terjadi akibat pengelolaan APD yang digunakan, baik saat berinteraksi dengan pasien maupun saat berganti APD.

    Renni Suhardi, sapaannya, menjelaskan APD yang digunakan terbagi menjadi dua jenis, yakni sekali pakai (disposable) dan pakai ulang (reusable). Perangkat disinfeksi dan pretreatment tersebut menggunakan ozone gas sebagai disinfektan. 

    Renni mengatakan, alat yang diusulkan tersebut akan dibuat dua jenis sesuai tujuannya, yakni kabut ozone (ozone mist) untuk APD pakai ulang, misalnya baju hazard, face shield dan kacamata safety, setelah digunakan. Sedangkan gas ozon untuk pretreatment APD sekali pakai, misalnya masker dan sarung tangan, sebelum dibuang.

    "Keduanya menjadi alat yang efektif karena dapat membunuh virus dalam waktu hitungan mulai dari tujuh atau sepuluh detik sesuai kajiannya dalam disinfeksi mikroorganisme," ujar Renni melansir Antara, Selasa, 12 Mei 2020. 

    Baca: Obat Antikorona Herbal Didorong Segera Uji Klinis

    Renni menjelaskan, dalam penggunaannya, alat berbasis ozon sebagai disinfektan ini tidak terjadi kontak langsung dengan manusia. Sebab, hanya memerlukan APD dan pakaiannya saja yang disimpan di kontainer tertutup rapat.

    Pertimbangan pemilihan ozone disebut karena dengan konsentrasi yang tepat adalah desinfektan yang aman bagi manusia. Ozone tidak meninggalkan residu karena akan ditransformasikan kembali menjadi O2 (oksigen), dan tidak ada bahan habis (consumables) yang harus dibeli selama pemakaian.

    Menurut Renni, alat tersebut sudah dalam tahap prototipe dan siap diluncurkan untuk produksi massal. Harapannya, alat kontainer pembersih dan sterilisasi APD ini menjadi alternatif solusi penyelesaian masalah perlindungan tenaga medis dan manajemen rumah sakit.

    Perangkat untuk desinfeksi APD pakai ulang dan pretreatment APD dikembangkan oleh Ketua Peneliti Ir V Sri Harjati Suhardi, PhD bersama dosen dan alumni ITB yakni Intan Taufik (Biologi ’93, dosen Prodi Mikrobiologi SITH) Ir Suharso Hermawan (Teknik Elektro ‘82), Ir Eddy Soentjahjo (Teknik Kimia ‘82), dan Ir Edy Sucipto (Teknik Elektro ‘89), Ahmad Benyamin (FT82).

    Penelitian ini didanai oleh program covid-19 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) ITB.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id