IPB University Luncurkan Sistem Pemantauan Lahan Digital

    Antara - 21 September 2020 21:00 WIB
    IPB University Luncurkan Sistem Pemantauan Lahan Digital
    Peluncuran daring WebGIS Ecosystem dan INA-Alert yang dikembangkan IPB University, Senin (21/9/2020). Foto: Dok IPB University.
    Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB) University meluncurkan WebGIS Ecosystem. Ini merupakan sistem pemantauan perubahan tutupan lahan hutan dan komoditas pertanian berbasis sistem informasi geografi berbasis web dan aplikasi seluler.

    "Sistem monitoring ini merupakan upaya IPB University dalam memberikan kontribusi yang baik bagi kehutanan, perkebunan, maupun sektor berbasis lahan lainnya," kata Wakil Rektor IPB University bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Dodik Ridho Nurrochmat melalui siaran pers, Senin, 21 September 2020.

    Dodik menjelaskan, WebGIS Ecosystem dikembangkan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pengembangan sistem ini mendapat dukungan Program Pengembangan PBB (UNDP) dan PT ESRI Indonesia melalui linsensi hibah ESRI Platform untuk keperluan pendidikan dan penelitian.

    Platform pemantauan tersebut dapat diakses melalui https://lulcc.ipb.ac.id/ dan aplikasi android Indonesia Alert System (INA-Alert).

    "Sistem monitoring ini sangat penting karena data yang dapat disediakan merupakan data yang benar. Data yang benar adalah data yang sesuai dengan kondisi di lapangan, jadi luarannya adalah kebenaran data," tutur Dodik.

    Baca: GeNose UGM Diharapkan Bisa Gantikan Uji Swab PCR

    Melalui WebGIS Ecosystem, kata dia, data bisa diketahui secara terkini dan dapat digunakan untuk perencanaan pengelolaan lahan secara lebih tepat dan akurat. Sistem pemantauan tersebut diharapkan bisa mewujudkan pengelolaan hutan maupun lahan yang berkelanjutan.

    WebGIS Ecosystem memiliki tampilan informasi secara spasial (peta) dan tabulasi (dasbor). Sistem yang dikembangkan meliputi beberapa data dan informasi spasial terkait perubahan tutupan lahan dan komoditas sawit, padi, coklat, kopi dan karet pada periode tertentu. Sistem dapat menampilkan hasil deteksi dini perubahaan tutupan lahan dengan analisis devegetasi.

    Sistem pemantauan berbasis WebGIS juga didukung aplikasi android INA-Alert untuk melakukan validasi perubahan tutupan lahan yang dihasilkan sistem peringatan dini. Aplikasi android INA-Alert diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik secara langsung dalam sistem pemantauan lahan di Indonesia dengan memberikan informasi yang akurat dari lapangan.

    Selain itu, WebGIS Ecosystem juga telah mampu menampilkan peta sebaran komoditas secara nasional pada periode tertentu dan memberikan layanan kepada pengguna untuk melakukan perhitungan atau analisis statistik sederhana, baik berdasarkan batas administrasi maupun batas wilayah lain yang diinginkan.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id