comscore

Mahasiswa ITS Sulap Limbah Jerami dan Lumpur Jadi Energi Listrik

Arga sumantri - 29 Desember 2021 18:10 WIB
Mahasiswa ITS Sulap Limbah Jerami dan Lumpur Jadi Energi Listrik
Penelitian mahasiswa ITS tentang energi listrik dari limbah jerami dan lumpur. Foto: Humas ITS.
Surabaya: Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan energi listrik dari limbah jerami dan lumpur Sidoarjo. Sampai saat ini jerami padi dan luapan lumpur Sidoarjo masih dipandang sebagai sesuatu yang mendatangkan permasalahan lingkungan, padahal keduanya mengandung bakteri yang menguntungkan. 

Indonesia sebagai negara agraris memiliki lahan pertanian padi sangat luas, sehingga limbah jerami padi yang dihasilkan pun sangat melimpah. Limbah jerami sendiri sebenarnya mengandung selulosa cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan kembali, namun di Indonesia pemanfaatannya belum maksimal. 
"Kandungan selulosa ini dapat diproses menjadi energi listrik ramah lingkungan menggantikan energi listrik berbahan bakar fosil," kata Ketua TIm, Qurratul Ain Farahiyah, megutip siaran pers ITS, Rabu, 29 Desember 2021.

Fara, sapaannya, menjelaskan, limbah jerami digunakan sebagai sumber karbon pada proses Microbial Fuel Cell (MFC). Yakni, metode yang digunakan untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui metabolisme mikroba terhadap suatu media sebagai katalis. 

"Metode ini mentransfer elektron dari anoda melalui copper wire, kemudian menghasilkan arus listrik menuju katoda," jelas mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini.

Baca: Tim Pengabdian Masyarakat UKDW Dukung Ketahanan Pangan DIY

Fara memaparkan, proses pengolahan jerami padi dan lumpur Sidoarjo hingga menjadi energi listrik. Didahului dengan pengekstrakan limbah jerami lalu diencerkan dan dipisahkan antara cairan dan padatannya. Cairan yang mengandung selulosa ini kemudian diambil untuk dihidrolisis oleh sejenis fungi bernama Aspergillus Niger untuk menghasilkan glukosa. 

"Sebanyak satu kilogram limbah jerami dapat menghasilkan 11.362 gram per liter glukosa," tuturnya.

Glukosa kemudian dicampurkan dengan lumpur Sidoarjo untuk kemudian diumpankan sebagai makanan bakteri Shewanella Oneidensis MR-1 di dalam elektroda untuk menghasilkan elektron. Selanjutnya, electron ditransmisikan dari anoda ke katoda yang keduanya berbahan carbon cloth twill melalui bahan konduktor resistor. 

"Lumpur Sidoarjo yang kerap dianggap sebagai masalah ini mengandung mikroorganisme yang berperan penting dalam proses transfer elektron dalam MFC," ungkap mahasiswi angkatan 2021 ini.

Fara menambahkan, semakin banyak glukosa yang digunakan maka arus listrik yang ditimbulkan akan semakin besar. Hal ini terjadi karena metabolisme bakteri dalam larutan dengan lebih banyak glukosa akan lebih cepat dan pertumbuhan bakteri yang cepat membuat jumlah arus yang lebih besar. 

Baca: Mahasiswa ITS Ajak Anak Berkreasi Lewat Kelas Kreatif Online

"Daya sebesar 8.515,351 miliwatt dapat dihasilkan dari pemrosesan 11.362 gram glukosa," tambahnya.

Dengan bimbingan dari Dosen Raden Darmawan, inovasi ini telah berhasil meraih medali perunggu pada kategori Energy di kompetisi Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA), beberapa waktu lalu.

Selain Fara, tim ini beranggotakan Akbar Krisna Wandana (Departemen Teknik Instrumentasi), Cherish Global Etnic (Departemen Teknik Kimia), Dwi Mayasari (Departemen Teknik Kimia), dan Ramadhita Putra Purnomo (Departemen Teknik Kimia). Mereka berharap inovasi ini dapat diteliti lebih lanjut dengan variabel percobaan yang lebih bervariasi. 

"Harapannya produk ini dapat diimplemantasikan sebagai produk nyata mengatasi permasalahan limbah dan elektrifikasi ramah lingkungan di Indonesia," ungkap Fara.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id