Menristek Serahkan GeNose kepada Wapres

    Arga sumantri - 03 Maret 2021 21:21 WIB
    Menristek Serahkan GeNose kepada Wapres
    GeNose C19. Foto: Dok UGM.



    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyerahkan Gadjah Mada Electronic Nose Covid-19 (GeNose C19) kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin. GeNose merupakan alat deteksi covid-19 lewat embusan napas buatan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Ma'ruf menyampaikan, pemerintah terus berupaya menekan angka penyebaran covid-19 salah satunya dengan mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan Mencuci tangan). Meski demikian, penerapan 3M tidak cukup untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Tanah Air. 






    Ia menyebut upaya ekstra dilakukan pemerintah yakni dengan melakukan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Hal inilah yang menjadi alasan GeNose C19 hadir di tengah pandemi covid-19 saat ini.

    "Karena memang saat pandemi seperti ini semua memerlukan alat-alat kesehatan yang bisa menunjang, termasuk untuk mendeteksi. Ditemukannya GeNose C19 oleh UGM ini merupakan suatu prestasi dari inovasi yang kita sudah lakukan," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Rabu, 3 Maret 2021.

    Baca: E-Keramba, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Bantu Nelayan

    GeNose C19 adalah alat tes covid-19 melalui embusan napas yang terhubung dengan sistem cloud computing melalui aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time. GeNose C19  juga menjadi bukti keberhasilan Kemenristek/BRIN dalam mengimplementasikan Triple Helix antara pemerintah, peneliti, dan industri. 

    "Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Kemenristek/BRIN karena selama ini riset kita dianggap masih terlalu tertinggal dibanding dengan negara tetangga kita," ungkapnya.

    Ma'ruf berharap upaya riset dan penelitian guna menghasilkan inovasi bisa terus dikembangkan. Tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga di bidang-bidang lain. "Kita harus memacu diri karena inovasi yang menentukan kita di dalam persaingan global," ujarnya. 

    Sementara itu Menristek/Kepala BRIN Bambang menjelaskan GeNose C19 mengkombinasikan teknologi kesehatan dengan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang akan menjadi tren teknologi di masa yang akan datang.

    Baca: Unej Pakai GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

    Di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung saat ini, GeNose C19 menjadi bukti nyata dari semangat para peneliti dalam berkontribusi untuk segera mengakhiri pandemi covid-19 di Indonesia. 

    "Alat ini intinya menggunakan teknologi terkini yaitu kecerdasan artifisial yang dipakai untuk mendeteksi apakah positif atau negatif. Jadi menggabungkan kesehatan dengan artificial intelligence. GeNose C19 juga merupakan berkah yang tidak disangka selama masa pandemi ini,  semangat untuk melakukan riset dan inovasi tumbuh sangat luar biasa," ujar Bambang. 

    Bambang juga memberikan informasi terkait produksi, antusiasme masyarakat, serta kebutuhan pasar yang tinggi, sehingga terjadi antrian panjang pemesanan GeNose C19. Selain penyerahan, dilakukan juga demo penggunaan GeNose C19 di hadapan Wapres oleh tim GeNose C19.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id