Mahasiswa UMM Kembangkan Smart Sensor System untuk Irigasi Lahan

    Daviq Umar Al Faruq - 14 Juli 2021 15:15 WIB
    Mahasiswa UMM Kembangkan Smart Sensor System untuk Irigasi Lahan
    Mahasiswa UMM, Syaifulla Amin salah satu anggota tim Smart Sensor Irrigation System. Foto: Dok. UMM



    Malang: Indonesia sebagai negara agraris menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu roda penggerak ekonomi. Meski begitu proses pertanian di Indonesia masih tergolong tradisional, para petani cenderung belum menggunakan teknologi dalam pengolahan ladang pertaniannya. 

    Untuk memudahkan proses dalam irigasi sawah, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat teknologi bernama Smart Sensor Irrigation System.  Salah satu anggota tim, Syaifulla Amin menjelaskan, bahwa teknologi ini akan membantu para petani untuk mengatur proses pengairan di ladang mereka.

     



    Teknologi ini dibuat dengan empat sensor utama yang berfungsi untuk mengukur ketinggian air di ladang, mengukur kelembaban tanah, mengukur suhu dan kelembaban udara. Di samping itu juga bisa menentukan tingkat asam atau basa dari suatu larutan.

    “Dengan informasi ini, para petani akan mengetahui secara detail mengenai ladang pertaniannya. Selain terhubung dengan dengan smartphone para petani, sensor ini juga terhubung pada alat irigasi sawah. Alat tersebut otomatis terbuka dan tertutup sesuai tingkat air yang ada di ladang,” jelas mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2019 tersebut.

    Syaifulla mengaku, bahwa ide tersebut berawal dari kebiasaan para petani di daerahnya. Saat terjadi kekeringan, sawah dan ladang yang dekat dengan mata air akan menutup akses air bagi ladang yang jauh.

    Sementara pada saat curah hujan cukup tinggi, ladang dan sawah yang dekat dengan mata air akan mengalirkan air ke sawah-sawah lain.

    “Sistem ini jelas merugikan ladang yang berada jauh dengan mata air. Oleh karena itu saya dan tim memiliki ide untuk menciptakan teknologi Smart Sensor Irrigation System tersebut,” ungkap mahasiswa asal Sumenep tersebut.

    Baca juga:  Lapan Rekrut Peneliti Muda Lewat Seleksi CPNS

    Ide ini akhirnya diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada bidang Karsa Cipta (KC) dan lolos ke tahap pendanaan Dirjen Dikti pada Mei lalu. Dalam membuat alat tersebut Syaifulla dibantu oleh Izzatul Mas’una dan Amimmatur dari Jurusan Matematika, serta Mufid Zukhruf dari Jurusan Informatika.

    Sampai sekarang proses pengembangan teknologi ini berada di tahap pembuatan aplikasi. Syaifulla berkata bahwa timnya akan mulai membuat prototype alat setelah Ujian Akhir Semester (UAS) berakhir pada pertengahan Juli ini. 

    “Kami berharap teknologi ini akan membantu masyarakat luas, terutama bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam sistem irigasi seperti daerah saya,” ujarnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id