Universitas Brawijaya Ciptakan Bilik Penyemprot Antiseptik

    Ilham Pratama Putra - 26 Maret 2020 14:25 WIB
    Universitas Brawijaya Ciptakan Bilik Penyemprot Antiseptik
    Bilik SICO karya mahasiswa Universitas Brawijaya. Foto: Dok.UB
    Jakarta: Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) menciptakan bilik khusus untuk melakukan sterilisasi manusia dari virus korona atau coronavirus disease (covid-19).  Bilik ini bakal menyemprotkan antiseptik ke tubuh guna mencegah virus.

    "Inovasi alat untuk sterilisasi manusia dari virus dan kuman ini nama Sicat Corona atau SICO," kata salah seorang mahasiswa perakit SICO, Syahrizal Maulana dikutip dari laman UB, Kamis, 26 Maret 2020.

    Dia menjelaskan, bilik SICO dilengkapi satu penyemprot yang mampu mengeluarkan cairan antiseptik. Antiseptik ini didapatnya dari Dinas Kesehatan Kota Malang.  

    Antiseptik adalah cairan kimia yang bersifat mencegah pembusukan dan pelapukan dengan menghambat atau merusak mikroorganisme.  Penyemprotan dalam biliki pun tidak sembarangan dilakukan.  Sebab, cairan yang dikeluarkan mengandung alkohol yang mudah terbakar.

    Dalam penggunaanya, orang yang masuk ke dalam bilik dapat mengoperasikan alat secara mandiri. SICO menyediakan tombol untuk mematikan dan menyalakan cairan.

    "Saat spray otomatis menyala diharuskan dalam kondisi mata tertutup dan menunduk,  lalu berputar 60 derajat agar cairan antiseptik mengenai seluruh tubuh," lanjut Syahrizal.

    SICO sendiri telah diluncurkan oleh walikota Malang pada Jumat 20 Maret 2020 lalu dan siap digunakan. Dia berharap alat ini dapat membantu masyarakat dalam mencegah meluasnya penyebaran covid-19

    "Semoga alat SICO ini bisa membantu masyarakat dalam penanganan virus corona agar tidak menyebar luas," ujar dia.

    Dalam perakitannya, Syahrizal bekerja sama dengan tujuh temannya yang merupakan asisten laboratorium proses manufaktur Teknik Mesin. Mereka di antaranya Muhammad Arief Hidayat, Rafi Ramaditya, Ferdiansyah Pria Nugroho, Gilang Wisnu Syah Putra, Achmad Alwan Hidayat, dan Vicky Ihz.

    "Kami juga dibimbing oleh dosen Teknik Mesin, Doktor Sugiarto dan Doktor Eko Siswanto. Alat ini juga bersifat sederhana, fungsional, dan murah sehingga dapat dibuat oleh masyarakat," pungkasnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id