Jelang Lebaran, Pakar IPB Beberkan Ciri Daging Oplosan dan Ayam Tiren

    Citra Larasati - 10 Mei 2021 18:15 WIB
    Jelang Lebaran, Pakar IPB Beberkan Ciri Daging Oplosan dan Ayam Tiren
    Kampus IPB. Foto: IPB/Humas



    Jakarta:  Kepala Halal Science Center (HSC) Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Khaswar Syamsu menyampaikan bahwa permintaan daging pada akhir Ramadan biasanya akan meningkat, namun tidak diimbangi dengan pasokan. Terjadinya gap antara pemintaan dan penawaran ini akan menyebabkan harga daging sapi cenderung naik.

    "Dikhawatirkan ada oknum melakukan kecurangan mengoplos daging sapi dengan daging yang haram seperti babi atau celeng atau dengan menjual ayam tiren (ayam bangkai mati kemarin). Bukan hanya ayam tiren, ayam yang mati tanpa penyembelihan yang syar'i pun juga haram untuk dikonsumsi," ujar Khaswar, Senin, 10 Mei 2021.

     



    Untuk mewaspadai ini, Halal Science Center IPB University mengadakan webinar. Para pakar mengupas cara mengidentifikasi dan mengetahui agar konsumen, khususnya umat Islam, bisa lebih teliti dalam memilih daging, baik daging sapi maupun ayam yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

    Pakar IPB lainnya, Joko Hermanianto dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) menjelaskan, beberapa kriteria daging halal dalam Islam.

    "Yang halal itu banyak sedangkan yang tidak halal sedikit. Yang tidak halal yaitu bangkai, darah, babi, binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Semua hewan buas atau bertaring, menjijikkan, hewan yang dianjurkan dibunuh dan hewan yang dilarang dibunuh juga haram,” ujarnya.

    Baca juga:  Pakar IPB: Indonesia Berada di Pusaran Perdagangan Satwa Liar Dunia

    Menurutnya daging oplosan itu sulit untuk dibedakan, perlu latihan yang mendalam untuk dapat membedakannya. Daging babi/celeng biasanya dilumuri dengan darah sapi supaya warnanya mirip daging sapi.

    "Secara visual bisa dibedakan namun perlu latihan dan latihan. Paling tidak ada ciri utama yang perlu kita kenali. Pertama warna daging babi pucat sementara daging sapi lebih gelap karena konsentrasi mioglobin pada sapi tiga kali lipat dibanding babi. Tapi karena pucat, oleh pengoplos kadang dioplos dengan darah sapi,” jelasnya.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id