Tim Riset Uji Klinis Pastikan Keamanan Sinovac Cukup Baik

    Citra Larasati - 05 Januari 2021 09:48 WIB
    Tim Riset Uji Klinis Pastikan Keamanan Sinovac Cukup Baik
    Ilustrasi vaksinasi. Medcom.id
    Jakarta:  Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr. Sp.A(K), M.Kes., meluruskan kabar menyesatkan seputar efek samping dari proses uji klinis fase III vaksin covid-19 yang sudah berlangsung selama enam bulan.  Kusnandi memastikan efektivitas dan keamanan vaksin covid-19 Sinovac cukup baik.

    “Isu yang beredar vaksin begini, vaksin begitu, rasanya enggak. Indonesia dari dulu sudah biasa melakukan imunisasi (uji klinis vaksin), baik di Puskesmas, di daerah, dan sebagainya,” kata Kusnandi dalam peluncuran acara “International Conference on Covid-19 Pandemic” di Halaman Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, dikutip dalam siaran pers Selasa, 5 Januari 2021.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad ini menjelaskan, selama enam bulan masa uji klinis dilakukan, efek samping yang dirasakan sejumlah relawan hanya panas ringan dan sedikit demam.  Efek ini juga sembuh dengan sendirinya dalam dua hari.

    Karena itu, Kusnandi menjamin bahwa efektivitas vaksin covid-19 asal Sinovac, Tiongkok, ini memiliki keamanan yang cukup baik. Sementara untuk efektivitas dan imunogenitasnya masih dalam proses penelitian.

    “Penelitiannya belum selesai, nanti sebentar lagi pada bulan Januari saya akan melakukan report ke Bu Rektor untuk dilaporkan kepada Bio Farma,” ujarnya.

    Baca juga:  Mengenal Parosmia, Gejala Baru Covid-19

    Efek samping yang ditimbulkan dinilai tidak menyebabkan hal-hal yang krusial. “Memang selalu ada efek sampingnya, tetapi selalu bisa kita atasi. Manfaat vaksin jauh lebih besar dari efek sampingnya,” tegas Kusnandi.

    Tim Riset Uji Klinis Covid-19 Unpad sendiri sudah melakukan penyuntikan terhadap 1.620 subyek penelitian yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Total peserta yang melakukan pendaftaran uji klinis ini berjumlah 1.814 orang.

    Dari total pendaftar, pihaknya melakukan seleksi dengan cara menggelar tes rapid dan tes swab. Hasilnya terjaring 1.732 orang yang memenuhi persyaratan tahap pertama. Selanjutnya, tim melakukan seleksi lagi sehingga menghasilkan 1.620 orang.

    Proses penyuntikan pertama sudah dilakukan terhadap 1.620 orang. Namun, jumlah relawan berkurang menjadi 1.603 saat proses penyuntikan kedua dilakukan.

    “Yang 17 tidak datang dengan alasan ada yang pindah kantor, ada yang sakit, dan sebagainya,” kata Kusnandi.

    Rektor Unpad, Rina Indiastuti mengatakan, proses uji klinis fase III vaksin Covid-19 dinilai tepat dilakukan oleh Unpad. Ini didasarkan pada pertimbangan Unpad sudah beberapa kali melakukan uji klinis sejumlah vaksin yang beredar di Indonesia.

    “Kita juga berbangga bisa bekerja sama dengan Bio Farma yang sudah lama dilakukan, salah satunya tentang vaksin,” kata Rektor.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id