7.500 Inventor Telah Terdaftar di Kedaireka

    Citra Larasati - 04 Februari 2021 20:50 WIB
    7.500 Inventor Telah Terdaftar di Kedaireka
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Koordinator Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Achmad Adhitya mengatakan, saat ini telah terdaftar lebih dari 7.500 inventor dan 569 Industri di dalam platform Kedaireka.  Kedaireka menjadi salah satu terobosan Kemendikbud, sebagai tempat bertemunya perguruan tinggi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). 

    Adhitya mengatakan, selama ini Tim Akselerasi telah berdialog dengan 300 industri.  Beberapa industri mengaku menemukan sejumlah tertantang dalam menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi.

     



    Beberapa tantangan kolaborasi tersebut di antaranya belum adanya ruang kolaborasi untuk berdialog antara perguruan tinggi dan IDUKA.  Kemudian belum ada pemerataan kerja sama antara perguruan tinggi dan IDUKA, serta masih minimnya informasi mengenai produk/jasa yang ditawarkan oleh perguruan tinggi. 

    “Dalam beberapa kasus, terdapat kampus yang memiliki banyak mitra, sedangkan di sisi lain masih terdapat kampus yang kesulitan dalam mencari mitra dikarenakan akses yang belum mendukung,” papar Adhitya, dalam Webinar Kedaireka Outlook 2021, Kamis, 3 Februari 2021.

    Baca juga:  Kedaireka 'Sand Box' ala Indonesia Bantu Mahasiswa Bangun Startup

    Berdasarkan hal tersebut, Kedaireka hadir untuk memberikan kesempatan kepada seluruh insan pendidikan tinggi dalam mempublikasikan produk hasil pemikirannya.  Sehingga seluruh informasi produk yang telah dihasilkan dapat diakses oleh IDUKA.

    Adhitya mengatakan, Kedaireka dapat membuka kesempatan yang sama bagi seluruh perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan berbagai industri. Tidak hanya itu, Kedaireka juga mampu memangkas rantai birokrasi yang ada selama ini.

    "Sehingga melalui platform ini insan dikti hanya perlu mengunggah proposal inovasi dan nanti industri akan melihat inovasi yang cocok untuk berkolaborasi,” jelas Adhitya.

    Adhitya juga menjelaskan, bahwa terdapat beberapa perbedaan platform Kedaireka dengan platform lainnya.  Yaitu adanya dana pendamping sebesar Rp250 miliar, serta adanya keterlibatan mahasiswa dalam program kolaborasi dalam akselerasi kemampuan mahasiswa untuk berkembang optimal.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id