Peneliti UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95

    Ahmad Mustaqim - 14 Mei 2020 07:07 WIB
    Peneliti UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95
    Alat UV Box untuk sterilisasi masker N95 yang dikembangkan peneliti UGM. Foto: Humas UGM
    Yogyakarta:  Sejumlah peneliti UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta mengembangkan alat sterilisasi masker N95 setelah pemakaian. Alat sterilisasi ini dinilai bisa jadi pilihan di tengah mahalnya harga masker N95. 

    "Harga masker N95 naiknya lebih dari 10 kali lipat harga normal di era covid-19. Padahal sebelum covid-19 pun harga masker N95 memang sudah lebih mahal dibandingkan masker bedah, karena fungsi filternya yang lebih baik," kata salah satu anggota Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Trisasi Lestari, dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2020. 

    Lestari mengatakan, pengembangan alat itu dilakukan FKKMK bekerja sama dengan Fakultas Teknik UGM. Ide awal pembuatan alat ini dilatarbelakangi karena sulitnya tenaga medis dalam mendapatkan masker N95 di pasaran. Kemudian pada awal April lalu mulai dilakukan pengembangan alat tersebut. 

    Lestari mengatakan, butuh waktu sekitar sebulan untuk membuat alat yang disebut UV Box itu. Alatnya tersebut dibuat dalam dua ukuran yang mampu menampung tiga atau sembilan masker sekaligus dengan memanfaatkan gelombang sinar ultraviolet-C (UV-C). 

    "Kita gunakan gelombang sinar UV-C dengan panjang gelombang antara 250-270nm, terbukti mampu merusak langsung DNA dan RNA bakteri atau virus sehingga, efeknya mematikan bakteri dan virus itu sendiri," ujarnya.

    Ia menjelaskan, proses sterilisasi masker memakan waktu kurang lebih lima menit untuk membunuh kuman dan virus yang menempel.  Lestari menyebut, alat itu juga bisa untuk melakukan sterilisasi alat seperti gunting, pisau bedah, dan kasa. 

    Baca juga:  ITB Kembangkan Alat Disinfeksi APD untuk Tenaga Medis

    Lestari mengatakan, alat tersebut rencananya akan distribusikan dulu ke sejumlah puskesmas dan RS di Yogyakarta, termasuk Lab Mikrobiologi FKKMK UGM sebagai tempat alat diuji coba. Kemudian nantinya alat itu akan diproduksi massal. 

    "Mudah mudahan nanti bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah juga sehingga terjangkau dan bisa tersedia di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia," ucapnya. 

    Anggota peneliti dari Fakultas Teknik UGM, Eka Firmansyah mengatakan, sterilisasi dengan sinar UV-C merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk dekontaminasi bakteri atau virus. Paparan sinar UV dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan, kata dia, dapat mengurangi risiko kerusakan filter masker N95, sehingga lebih aman untuk digunakan secara berulang. 

    "Proses produksi alat UV Box ini tengah dikerjakan perusahaan startup MicroMachina. Perusahaan yang didirikan sekelompok mahasiswa Teknik UGM serta didukung alumni FK UGM angkatan 1998 sekaligus mendonasikan beberapa box kepada RS dan puskesmas di Yogyakarta," kata Eka



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id